Banjarbaru (Kemenag BJB) - Setiap tanggal 17 di pertengahan bulan menjadi momentum dan barometer Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) dalam melihat kedispinan para ASN di lingkungan Kemenag.
Pasalnya secara rutin setiap tanggal 17 dilaksanakan apel kedisiplinan yang di hadiri seluruh jajaran ASN di tingkat kecamatan dan setingkat kepala KUA dan para pejabat struktural di lingkungan Kemenag untuk mendapatkan arahan dan binaan secara khusus dari kepala kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru.
Apel yang di pimpin langsung Kepala kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mahrus pada Jum’at (17/06/22) kembali menekankan adanya realisasi program Zona Integritas (ZI) lebih matang.
Mahrus mengapresiasi program yang kini sudah berjalan seperti sistem layanan kementerian agama satu pintu (SILAKAS) dan kini kembali mengorbitkan program Sistem aprilkasi wakaf elektronik terintegrasi (Si-Awet).
“Kita berharap Program SILAKAS yang digagas kasubbag TU dalam proper dan kini program SI-Awet oleh Gara Zawa kemenag Kota Banjarbaru dan galeri Gema Pelita Darma semakin menguatkan dan mematangkan program layanan ZI di lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarbaru,” ucapnya.
Kata Mahrus, program yang sudah ada ini harus berjalan dengan lebih efektif serta memberikan dampak yang luar biasa dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya setidaknya ada empat point yang menjadi titik teka layanan berbasis ZI tersebut.
“Yang kita perlukan ke depan yakni, kemudahan layanan, program yang menyentuh masyarakat, adanya monitoring dan evaluasi dari penggagas dan pokja yang bersangkutan, manajemen media dengan adanya bukti fisik data dan sesuatu yang sudah di kerjakan,” tambahnya.
Sementara Kepala Subbagian tata Usaha Kemenag Kota Banjarbaru Ahmad ALamsyah berharap ksempatan untuk mengembangkan dan mematangkan ZI di lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarbaru jangan disia-siakan.
Menurut penggagas program SILAKAS ini menjelaskan jika perlu ada sinergi yang kuat dari semua elemen yang ada di Kementerian Agama Kota Banjarbaru.
“Sebagus apapun program yang di ciptakan dalam rangka membangun dan mmematangkan ZI jika tidak ada komitmen dan keseriusan oleh semua pihak yang berada di lingkungan Kementerian Agama maka akan percuma maka dari itu perlu ada dukungan dan support dalam pengembangannya dan menjalankannya,” ungkapnya.
Rep:Diyan
ft: alvin








