Banjarbaru (Kemenag) BJB – Pelaksanaan Assessment Sumatif Akhir Semester (ASAS) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada mata pelajaran IPA dan Aqidah Akhlak resmi dimulai pada Senin, 1 Desember 2025. Tim Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Banjarbaru yang dipimpin Hj. Hernita, , turun langsung ke MTs Swasta Darul Ikhsan untuk melakukan monitoring penuh terhadap jalannya asesmen.
Kehadiran pengawas di lokasi menjadi wujud komitmen Kemenag Banjarbaru dalam memastikan setiap proses evaluasi pembelajaran berjalan tertib, objektif, dan menjaga mutu pendidikan di lingkungan madrasah.
Dalam kunjungannya, Hj. Hernita memantau kesiapan ruang kelas, daftar hadir peserta, distribusi naskah soal, hingga ketertiban peserta didik selama mengerjakan soal. Ia juga melakukan verifikasi dokumen administrasi asesmen, mulai dari berita acara, lembar jawaban, hingga rekap nilai.
Hj. Hernita menegaskan bahwa asesmen bukan hanya agenda rutin, tetapi bagian penting dari peningkatan mutu.
“Asesmen yang tepat melahirkan madrasah yang mantap. Kita ingin memastikan bahwa setiap proses dilaksanakan jujur, tertib, dan sesuai standar. Ini bukan sekadar penilaian, tetapi investasi kualitas bagi generasi santri kita,” ujarnya.
Ia juga memberi dorongan kepada para guru dan peserta didik agar memaknai asesmen sebagai ruang bertumbuh, bukan sekadar pengukuran angka.
“Anak-anak kita harus merasa aman, tenang, dan percaya diri. Pengawas hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan memastikan ekosistem belajar yang sehat di madrasah,” tambahnya.
Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjarbaru, Fahmi Fitriadi kepada humas di tempat terpisah menyampaikan, dalam pandangannya, bahwa peran pengawas menjadi elemen krusial dalam menjamin kualitas pembelajaran di setiap madrasah, baik negeri maupun swasta.
“Asesmen akhir semester adalah barometer mutu belajar-mengajar. Kehadiran pengawas memastikan seluruh tahap berjalan standar, mulai administrasi hingga teknis pelaksanaan. Ini upaya menjaga agar madrasah di Banjarbaru terus kompetitif dan berdaya saing tinggi,” tuturnya.
Fahmi juga menekankan bahwa hasil asesmen akan digunakan sebagai dasar pembinaan lanjutan.
“Data hasil ASAS akan menjadi bahan pemetaan mutu. Dari sana kita bisa menentukan langkah pembinaan, pendampingan, dan penguatan madrasah secara lebih tepat,” jelasnya.
Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridani, memberikan apresiasi penuh atas kerja pengawas dan madrasah yang telah menjalankan asesmen dengan baik.
Ia menegaskan bahwa asesmen adalah bagian penting dari upaya menjaga kualitas pendidikan madrasah di ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan yang terus bertumbuh.
“Madrasah Banjarbaru harus menjadi contoh. Asesmen seperti ini penting untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Saya sangat menghargai kerja para pengawas yang menjadi garda terdepan penjaga mutu,” ujarnya.
H. Mukhlis juga berharap kegiatan asesmen menjadi momentum memperkuat etos belajar peserta didik.
“Kita ingin madrasah tidak hanya maju secara angka, tetapi kuat secara karakter. Semangat belajar para santri adalah modal utama untuk Banjarbaru yang semakin religius, berdaya, dan penuh harapan,” tegasnya.
Pelaksanaan ASAS di MTs Darul Ikhsan berlangsung tertib, kondusif, dan penuh antusiasme. Para peserta didik terlihat fokus mengerjakan soal, sementara guru-guru memberikan dukungan moral agar siswa tetap percaya diri.
Dari hasil monitoring, administrasi pelaksanaan dinilai lengkap, ruang ujian tertata baik, dan ketertiban peserta berjalan sesuai standar — menggambarkan keseriusan madrasah dalam menjaga mutu pendidikan.
Asesmen Sumatif Akhir Semester bukan hanya ritual akademik, tetapi langkah penting untuk memastikan setiap madrasah di Banjarbaru terus bertumbuh dengan kualitas terbaik. Dengan sinergi pengawas, guru, dan pimpinan Kemenag, Kemenag Banjarbaru terus bergerak menghadirkan pendidikan madrasah yang unggul, berintegritas, dan berkarakter. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri








