Banjarbaru kemenag BJB- Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti Aula Integritas Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru saat peringatan 10 Muharram 1447 H jumat (04/7), yang dikemas dalam agenda Lebaran Anak Yatim dan Difabel. Kegiatan ini menghadirkan anak yatim dan penyandang disabilitas, sebagai wujud nyata kepedulian dan kasih sayang Kementerian Agama terhadap mereka yang membutuhkan perhatian khusus.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru H. Mukhlis Ridhani, didampingi seluruh pejabat struktural dan fungsional Kemenag Banjarbaru. Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam, H. Fauzi, kemudian dilanjutkan dengan prosesi penyerahan santunan kepada para undangan.
Dalam sambutannya, H. Mukhlis Ridhani menegaskan bahwa peringatan Lebaran Anak Yatim dan Difabel merupakan bagian dari agenda nasional Kementerian Agama Republik Indonesia, yang digelar serentak di seluruh satuan kerja Kemenag se-Indonesia.
“Ini bukan hanya seremonial, tapi panggilan nurani dan amanah moral bagi kita semua. Peringatan 10 Muharram adalah momentum untuk menanamkan nilai kasih sayang dan kepedulian sosial kepada anak-anak yatim dan saudara kita penyandang disabilitas. Kita hadir bukan hanya untuk memberi, tapi juga untuk merasakan apa yang mereka rasakan,” tutur H. Mukhlis Ridhani, penuh empati dalam pidato singkatnya.
Sementara itu, Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Banjarbaru, Hadi Purwanto, selaku pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program ini adalah wujud konkret dari semangat berbagi yang terus digelorakan Kemenag.
“Kegiatan ini tidak hanya bentuk santunan, tapi juga membangun semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap hak-hak sosial yatim dan difabel. Terima kasih atas semua dukungan, khususnya dari seluruh ASN dan mitra Kemenag yang telah berpartisipasi,” ujar Hadi Purwanto.
Kegiatan ini juga terhubung langsung melalui Zoom Meeting dan disiarkan serentak bersama Kemenag kabupaten/kota serta wilayah se-Indonesia, yang dipantau langsung oleh Menteri Agama RI KH. Nasaruddin Umar dari Kantor Kementerian Agama Pusat.
Peringatan Hari Asyura tahun ini diharapkan dapat menjadi refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif dan penuh kasih, sebagaimana spirit Islam Rahmatan lil `alamin yang senantiasa digaungkan oleh Kementerian Agama. DIY
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








