Banjarbaru kemenag BJB – Dalam rangka mengoptimalkan implementasi Kurikulum Cinta pada satuan pendidikan madrasah, sebanyak 67 Kepala Madrasah se-Kota Banjarbaru berkumpul dalam kegiatan Penyusunan Kurikulum Madrasah di Aula Integritas Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru, Rabu (24/9).
Kurikulum berbasis cinta yang diinisasi oleh Kementerian Agama merupakan sebuah terobosan pendidikan yang diharapkan mampu menanamkan nilai kasih sayang, kepedulian sosial, hingga kepedulian terhadap lingkungan dalam proses belajar mengajar.
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, yang sekaligus memberikan arahan. Dalam sambutannya, Mukhlis menegaskan bahwa pendidikan madrasah bukan sekadar mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan juga membentuk karakter generasi yang berakhlak mulia.
“Kurikulum Cinta adalah fondasi bagi kita untuk melahirkan anak-anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berhati lembut, peduli terhadap sesama, serta cinta terhadap alam dan lingkungannya. Kepala madrasah harus menjadi pionir dalam mengawal nilai ini agar benar-benar terasa dalam keseharian siswa,” ujar Mukhlis dengan penuh semangat.
Lebih jauh, Mukhlis menitip pesan agar seluruh kepala madrasah tidak hanya menjadikan Kurikulum Cinta sebagai dokumen formal, tetapi sebagai gerakan nyata yang membudaya di madrasah.
“Kita ingin siswa madrasah menjadi generasi yang unggul, berkarakter, dan membawa kedamaian. Kurikulum Cinta harus hidup, bukan hanya tertulis,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Banjarbaru, Fahmi Fitriadi, memberikan dorongan motivasi kepada para kepala madrasah. Menurutnya, Kurikulum Cinta adalah peluang besar untuk melahirkan inovasi pembelajaran yang lebih humanis.
“Bapak dan Ibu kepala madrasah adalah lokomotif perubahan. Jadikan kurikulum ini bukan beban, tapi ladang amal jariyah. Bayangkan, setiap nilai kebaikan yang tertanam pada siswa akan terus mengalir pahalanya melalui tangan para pendidik yang tulus,” ungkap Fahmi yang disambut tepuk tangan peserta.
Para kepala madrasah yang hadir pun tampak antusias dan berkomitmen mengimplementasikan hasil penyusunan ini di satuan pendidikan masing-masing. Harapannya, Kurikulum Cinta mampu menjadi penopang utama lahirnya Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera) melalui pendidikan madrasah yang menekankan aspek intelektual sekaligus emosional dan spiritual. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








