Banjarbaru kemenag BJB – Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru berlangsung khidmat pada upacara resmi yang digelar pada Selasa (25/11). Seluruh ASN, pegawai, hingga para guru madrasah hadir memenuhi halaman kantor setempat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi para pendidik yang menjadi garda depan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menegaskan bahwa peringatan HGN tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum strategis memperkuat arah transformasi pendidikan menuju Banjarbaru Emas 2045.
“Hari Guru Nasional adalah pengingat bagi kita semua bahwa masa depan Banjarbaru tidak dibangun oleh infrastruktur semata, tetapi terutama oleh kualitas guru-guru kita. Madrasah menjadi fondasi utama pembentukan karakter generasi 2045. Transformasi pendidikan harus kita mulai dari ruang kelas dan keteladanan,” tegas Mukhlis dalam amanatnya.
Selaras dengan pidato resmi Menteri Agama pada peringatan HGN, Mukhlis kembali menegaskan peran guru sebagai agen moderasi beragama dan pembawa nilai kebajikan.
“Sebagaimana pesan Menteri Agama, guru hari ini bukan hanya pengajar mata pelajaran, tetapi penjaga masa depan bangsa. Guru adalah mata air pengetahuan, pelita yang menuntun generasi muda pada akhlak, kecerdasan, dan cinta tanah air. Ini adalah peran mulia yang tidak boleh luntur,” ucapnya.
Mukhlis juga mengajak seluruh guru madrasah di Banjarbaru untuk terus berinovasi, memperbarui metode belajar, serta membuka ruang pendidikan yang lebih inklusif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
“Mari kita terus bergerak. Beradaptasi, berinovasi, dan bekerja ikhlas. Guru madrasah Banjarbaru harus berada di barisan terdepan dalam mewujudkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di era digital. Banjarbaru Emas 2045 dimulai dari madrasah dan dimulai dari Anda semua,” tutupnya.
Secara terpisah, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Fahmi Fitriadi, menyampaikan apresiasi dan harapan besarnya kepada seluruh guru madrasah di Kota Banjarbaru. Baginya, HGN menjadi energi baru untuk menguatkan semangat pengabdian.
“Hari Guru Nasional ini menjadi momen untuk meneguhkan kembali jati diri kita sebagai pendidik. Guru madrasah memiliki peran sangat strategis dalam membangun Banjarbaru EMAS – Elok, Maju, Agamis, Sejahtera. Dedikasi para guru adalah modal utama kemajuan pendidikan kita,” ujarnya.
Fahmi juga menekankan pentingnya kemandirian dan profesionalisme guru dalam mengembangkan kompetensi, sejalan dengan nilai pengabdian yang diwariskan Ki Hajar Dewantara.
“Para guru sudah menunjukkan kemandirian luar biasa. Mereka berbagi ilmu, berinovasi, meningkatkan kompetensi tanpa menunggu diperintah. Semangat `Ing Ngarso Sung Tulodo` dan `Ing Madyo Mangun Karso` itu nyata dalam keseharian guru madrasah kita,” tambahnya.
Ia berharap seluruh guru tetap memegang teguh nilai-nilai keikhlasan, keteladanan, dan kecintaan terhadap dunia pendidikan sebagai jantung peradaban bangsa.
Peringatan HGN di lingkungan Kemenag Banjarbaru tahun ini menguatkan kembali pesan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menentukan wajah Banjarbaru di masa depan. Dengan guru sebagai aktor utama perubahan, madrasah diharapkan menjadi pusat lahirnya generasi unggul, berkarakter, dan moderat.
Kemenag Banjarbaru berkomitmen melanjutkan berbagai program pembinaan, peningkatan kompetensi guru, serta memperluas ruang kolaborasi dalam rangka menyongsong Banjarbaru Emas 2045. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








