Banjarbaru (Kemenag BJB) - Bimas bersama jajaran pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Banjarbaru mulai menyusun kepengurusan Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) kota Banjarbaru di aula integritas Jumat (24/03/23).
Perihal terpenting yang disampaikan oleh orang nomor satu di lingkungan Kemenag Banjarbaru yakni, pembentukan kepengurusan menjadi jalan dalam memaksimalkan jaringan dakwah dari masjid ke masjid di wilayah kota Banjarbaru.
“Banjarbaru sebagai ibukota provinsi sudah seharunya melakukan pembenahan dalam pembentukan orgaisasi keislaman terutama yang nantinya dengan pembentukan ini sebagai sarana pemeliharaan untuk pemeliharaan dan kesejahteraan masjid,” ujar Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru H. Mahrus saat memberikan arahan di sela pembukaan rapat kepengurusan BKM.
Menurut Mahrus pembentukan kepengurusan ini sebagai langkah untuk memaksimalkan program kerja Kemenag dan sebelumnya Menteri Agama telah memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan pengurus masjid.
Hal itu menurutnya, tertuang dalam KMA Nomor 54 Tahun 2006. Badan Kesejahteraan Masjid yang selanjutnya disebut BKM adalah lembaga resmi yang dibentuk oleh Kementerian Agama untuk meningkatkan peran dan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan sarana pembinaan umat Islam. “BKM bertujuan meningkatkan kesejahteraan masjid atas dasar taqwa, melalui peningkatan manajemen, kemakmuran dan pemeliharaan,” imbuhnya.
Kasi Bimas H. Rimajullah sebagai leading sektor program BKM mengatakan Jabatan kepengurusan di dalam BKM Kota banjarbaru adalah murni amanah yang harus dipikul dan dipertanggungjawabkan tidak hanya di dunia saja, tatapi sampai akhirat.
“Dengan keterlibatan kita sebagai pengurus pada BKM maka kedepannya di harapkan akan mampu memberi manfaat potensi yang kita miliki untuk memakmurkan umat Islam di kota Banjarbaru melalui pemberdayaan masjid,” tambahnya.
Hasil dari pertemuan tersebut, yakni terbentuknya pengurus BKM Kota kota Banjarbaru untuk sementara Kankemenag Kota Banjarbaru, Kasubbag TU dan Kasi Bimas Islam menjabat sebagai Ketua, Wakil Ketua dan Ketua Harian dalam kepengurusan tersebut.
Pengurus yang telah terbentuk terdiri atas tokoh agama, tokoh masyarakat, penggiat pendidikan, penyuluh agama Islam, dan beberapa ASN Kemenag Kota Banjarbaru dengan latar belakang keilmuan dan pengalaman yang beragam dan dari pengurus itu diharapkan mampu bekerja dan menggerakkan organisasi BKM kota Banjarbaru lebih maksimal.
Penulis : Ardan
Foto : Alvin








