Banjarbaru kemenag BJB – Dalam rangka memperkuat pembekalan bagi calon pengantin (catin) sebelum memasuki jenjang pernikahan, Kementerian Agama Kota Banjarbaru melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam menggelar kegiatan sosialisasi pentingnya menyusui sebagai bagian dari upaya membangun keluarga sehat dan harmonis.
Kegiatan yang melibatkan para penyuluh agama di lingkungan Kemenag Kota Banjarbaru ini berlangsung di Aula Integritas Kantor Kemenag Banjarbaru pada Senin (21/7). Sosialisasi ini menjadi bagian dari layanan bimbingan pranikah yang diberikan secara menyeluruh kepada pasangan catin.
Di tempat terpisah Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyampaikan bahwa peran penyuluh agama tidak hanya terbatas pada pembinaan keagamaan, tetapi juga menjadi jembatan edukasi kehidupan rumah tangga yang sehat secara lahir dan batin.
“Menyusui adalah proses alami namun sangat bernilai dalam membentuk generasi yang sehat. Penyuluh agama memiliki peran penting dalam menanamkan kesadaran ini kepada calon pengantin, agar mereka siap menjadi orang tua yang bertanggung jawab, mulai dari hari pertama kehidupan buah hati mereka,” ujarnya menanggapi keterlibatan Penyuluh agama dalam memberikan bimbingan bagi catin
Materi mengenai pentingnya ASI eksklusif dan menyusui dengan benar disampaikan oleh Annisa Trimirasti, Konselor Menyusui dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Kalimantan Selatan. Dalam paparannya, ia mengajak para penyuluh agar memberikan pemahaman bahwa menyusui bukan hanya kewajiban ibu, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari suami sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.
“Pasangan baru harus paham bahwa menyusui bukan sekadar proses memberi makan, tetapi juga membangun ikatan emosional, meningkatkan kekebalan bayi, dan menjadi fondasi tumbuh kembang anak. Edukasi semacam ini sangat penting diberikan sejak sebelum menikah,” jelas Annisa di tengah memberikan materi kepada para penyuluh .
Sementara itu, Staf Bimas Islam Hj. Nurliyan menyampaikan harapannya agar para penyuluh agama terus meningkatkan kapasitas dan sensitivitas dalam memberikan pembekalan kepada catin.
“Kami berharap penyuluh agama bisa membawa nilai-nilai keagamaan yang aplikatif dalam kehidupan keluarga, termasuk dalam hal menyusui dan mengasuh anak. Ini adalah bagian dari upaya membentuk keluarga sakinah secara menyeluruh,” ungkapnya.
Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari penyuluh agama khususnya perempuan hadir, dan diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk keluarga yang sehat, berkualitas, dan penuh kesadaran dalam mengasuh generasi penerus bangsa yang di mulai dari memberikan pembekalan bagi para catin. DIY
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








