Banjarbaru (Kemenag BJB) - Sebagai komitmen ikut serta membangun masyarakat Indonesia lebih sehat, serta mendapatkan pendidikan layak dan tercukupi kebutuhan akan gizi, Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Banjrabaru H. Mahrus berkomitmen mendukung turunnya angka stunting pada anak di wilayah kota Banjarbaru.
Dukungan tersebut dibuktikan dengan dinobatkannya Kepala kantor Kementerian Agama Drs H. Mahrus MM menjadi salah satu duta bapak asuh anak stunting di Kementerian Agama Kota Banjarbaru oleh BKKBN.
Pencanangan Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) dan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang di prakarsai BKKBN pusat bersama pemerintah daerah ditujukan dalam rangka dalam rangka percepatan penuruan stunting kota Banjarbaru tahun 2022 ditengah potensi pasangan usia subur kini mencapai 2332.
“Menjadi bapak asuh anak stunting pada prinsipnya menjadi tanggung jawab bersama dalam rangka menurunkan anak dengan gizi rendah, lebih dari itu peran bapak asuh menjadi bagian terwujudnya masyarakat sehat,” ujar Mahrus usai dikukuhkan menjadi Duta asuh anak stunting Banjarbaru Rabu (07/09/22).
Mahrus menjelaskan, stunting bukan hanya menjadi problematika di Banjarbaru, akan tetapi ini menjadi persoalan nasional yang menjadi Pekerjaan Rumah yang harus di tuntaskan, dengan harapan nantinya angka anak kurang gizi semakin menurun dan ini berbanding lurus dengan kualitas pendidikan bagi anak secara baik.
“Harapan saya siapapun yang terlibat dalam upaya menekan angka stunting ini mampu memberikan manfaat yang besar bagi pembangunan Banjarbaru, selain itu jalankan peranan ini sebagai aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat yang kita lakukan secara ikhlas,” harapnya.
Sebelumnya walikota Banjarbaru HM Aditya Mufti Arifin sempat mengungkapkan, stunting ancaman nyata dan penurunan stunting harus menjadi terget yang nyata, salah satunya dengan, memperhatikan pola tumbuh kembang anak upaya penurunan angka stunting.
“Kami berharap keterlibatan para pihak bersama ikutserta dalam rangka menurunkan angka stunting, keterlibatan kemenag dengan senantiasa melakukan penyuluhan bagi pasangan catin, di dukung dengan peran dinas kesehatan yang mengkampanyekan hidup sehatn dan program KB sebagai bentuk aksi nyata,” ujar Adit.
Berdasarkan survey, SDI 19% angka stunting, diakhir survey 10,4 harapan di 2024 Banjarbaru bebas stunting dan itu menjadi harapan bersama terlebih lagi dengan keberadaan kota Banjarbaru yang kini menjadi ibukota provinsi Kalimantan Selatan, sehingga penurunan angka stunting harus diwujudkan secapat mungkin.
Penulis : Ardan
Foto : Alvin








