Banjarbaru (Kemenag BJB) - Kepala Kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru Drs H. Mahrus membuka secara resmi kegiatan bimbingan pranikah bagi 33 pasang catin di aula kelurahan Guntung manggis di dampingi lurah Guntung manggis.
Didampingi langsung Dzikru Rahman lurah setempat. Kehadiran orang nomor satu di Kemenag Kota Banjarbaru ini, sekaligus memberikan arahan singkat bekal bagi para catin dalam mengelola kehidupan setelah menjalani akad nikah dan Syah sebagai pasangan suami istri.
Hal paling penting dalam perkawinan kata Mahrus, yakni bagaimana menyiapkan mental dalam menjalani kehidupan berkeluarga, yang semula masih sendiri kini sudah berpasangan, yang laki-laki kini menjadi imam rumah tangga, begitu halnya dengan yang perempuan kini menjadi tanggungjawab penuh bagi suami mereka.
“Hal itu perlu kesiapan yang matang mengingat menikah adalah ritual yang sangat sacral,” ujar Mahrus dalam arahnya di aula kelurahan Senin (08/08/22).
Lebih lanjut, menurut Mahrus sesuai anjuran Nabi dalam hadisnya, menikah setidaknya didasari oleh 4 hal, karena kecantikan atau ketampanan, nasab atau garis keturunan, kekayaan, dan agama, hal paling penting yang menjadi pesan Nabi bagi setiap pasangan yang akan melangsungkan kehidupan berumah tangga.
“Kehadiran kegiatan bimbingan pranikah bertujuan untuk menyiapkan pasangan lebih paham dalam menjalani rumah tangga, berbagai kemungkinan akan muncul dalam rumah tangga, namun dengan adanya bekal dari KUA yang mengharapkan rumahtangga selalu rukun damai dan tentram maka bimbingan pranikah di harapkan mampu menciptakan nuansa keluarga Sakinah Mawaddah warahmah,” imbuhnya.
Sekilas mahrus juga menyebutkan dari data pernikahan tiap tahun yang berjumlah 2 juta tidak sedikit angka perceraian yang terjadi, setidaknya data terakhir yang ia kemukakan mencatat sebanyak 300 ribu angka perceraian, dan bimbingan pranikah menjadi salah satu solusi mencagah terjadinya perceraian dengan berbagai macam latar belakang yang berbeda.
Sementara salah satu penghulu KUA yang hadir di lokasi H. Syahdi Hidayat mengemukakan, bimbingan pranikah ini sebagai bentuk program kerjasama pemerintah daerah setempat dalam rangka menyiapkan para pasangan catin yang matang secara mental sebagai upaya mendukung program pemerintah mencegah terjadinya stunting.
“Sebelumnya pemerintah daerah bersama Kementerian Agama sudah melakukan perjanjian kerja sama dalam hal keadministrasian secara terintegrasi, baik dengan kelurahan dan juga dengan catatan sipil, agar kedepannya data pernikahan bisa tercatat terintegrasi dengan pemerintah sebagai upaya mempermudah monitoring status data kependudukan,” tegasnya.
Rep:Diyan
ft: alvin








