Banjarbaru — Gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Tingkat Kota Banjarbaru ke-20 resmi dimulai dengan pelantikan Dewan Hakim dan Juri Musabaqah pada Selasa (25/11/2025). Bertempat di Aula Gawi Sabarataan Pemko Banjarbaru, puluhan dewan hakim dan juri dari berbagai cabang hadir dan dikukuhkan untuk mengemban tugas sebagai pengawal mutu penilaian pada 26 cabang lomba yang dipertandingkan.
Prosesi pelantikan ini menjadi momen penting sebelum pembukaan MTQ XX yang digelar sore harinya di teras Balai Kota Banjarbaru. Kehadiran para dewan hakim menjadi tanda kesiapan seluruh perangkat penyelenggara dalam memastikan perhelatan syiar Al-Qur`an berjalan bermartabat dan berintegritas.
Dalam sambutannya, Walikota Banjarbaru Hj. Ernalisah Halaby menegaskan bahwa integritas para dewan hakim menjadi fondasi utama untuk melahirkan para kafilah terbaik. Ia menekankan bahwa MTQ bukan hanya kompetisi, melainkan ruang pembinaan untuk memperkuat kecintaan masyarakat Banjarbaru terhadap Al-Qur`an.
“Saya meminta seluruh dewan hakim menjaga amanah ini dengan sepenuh hati. Jaga standar penilaian agar benar-benar objektif, independen, dan selektif. Kita ingin syiar Al-Qur`an yang bermartabat, bukan sekadar acara seremonial,” ujar Walikota.
“Kafilah yang terpilih dari Banjarbaru adalah wajah kota ini. Karena itu, pastikan mereka adalah yang terbaik, yang layak membawa nama Banjarbaru ke tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya dalam pidato
Walikota juga mengingatkan bahwa transparansi penilaian menjadi kunci menjaga kepercayaan publik dan menjamin keberlanjutan pembinaan generasi Qurani di masa mendatang.
Dari sisi teknis penilaian, Ketua Dewan Hakim yang juga Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, memastikan seluruh anggota dewan hakim telah siap bekerja secara profesional.
“Kami pastikan seluruh dewan hakim bekerja independen, profesional, dan berpegang pada standar nasional. Tidak ada intervensi, tidak ada kompromi. Yang terbaiklah yang akan mewakili Banjarbaru,” tegas Mukhlis usai prosesi pelantikan kepada awak humas Kemenag Banjarbaru.
“Kafilah yang terpilih bukan hanya mewakili kompetisi, tetapi membawa nama kota ini naik ke level provinsi bahkan nasional. Karena itu, kualitas adalah prioritas,” tambahnya.
Mukhlis menegaskan bahwa kolaborasi antara Kemenag, Pemko, dan LPTQ merupakan modal kuat untuk menyukseskan MTQ XX Banjarbaru.
Sementara itu Ketua LPTQ Kota Banjarbaru, sekretaris dewan hakim Ustadz Hendri Atmaja, turut menyampaikan harapannya. Ia menegaskan bahwa peran dewan hakim merupakan titik sentral penyelenggaraan MTQ, sehingga kejujuran dan profesionalisme harus menjadi etika utama dalam bekerja.
“Kami berharap seluruh dewan hakim yang diberi amanah benar-benar menjalankan tugas dengan jujur, amanah, dan adil. MTQ ini bukan hanya lomba, tetapi proses pembinaan untuk menghasilkan kader Qur`an yang kompeten dan layak mewakili Banjarbaru,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa LPTQ akan terus memperkuat pembinaan berjenjang agar Banjarbaru semakin diperhitungkan di event MTQ provinsi bahkan nasional.
Pelantikan dewan hakim ini menjadi langkah awal yang menentukan kualitas perhelatan MTQ XX Kota Banjarbaru. Dengan komitmen bersama antara pemerintah kota, Kementerian Agama, dan LPTQ, Banjarbaru menegaskan diri sebagai kota yang siap melahirkan generasi Qurani yang berprestasi dan berakhlak.
Perhelatan MTQ kali ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi memantapkan syiar Al-Qur`an yang lebih luas, lebih kuat, dan lebih bermartabat bagi masyarakat Banjarbaru. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin








