Banjarbaru (Kemenag) BJB — Penguatan disiplin aparatur dan peningkatan kualitas pelayanan kembali menjadi penekanan utama Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, dalam kegiatan pembinaan kepegawaian yang dirangkai dengan Majelis Taklim, yang digelar di Aula Integritas Kemenag Kota Banjarbaru, Senin (19/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh ASN dan Penyuluh Agama di lingkungan Kemenag Kota Banjarbaru, serta didampingi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha H. Ahmad Alamsyah dan Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Rimazullah. Dalam arahannya, Mukhlis Ridhani menegaskan bahwa disiplin bukan semata kewajiban administratif, melainkan cerminan integritas dan wajah pelayanan publik Kementerian Agama. Menurutnya, kehadiran ASN dan penyuluh agama di tengah masyarakat harus mencerminkan keteladanan, baik dari aspek sikap, kinerja, maupun komitmen pelayanan. “Disiplin adalah wajah pelayanan kita. Dari kedisiplinan itulah masyarakat menilai kualitas dan integritas Kementerian Agama. ASN, KUA, dan penyuluh adalah garda terdepan yang langsung bersentuhan dengan umat,” tegas Mukhlis. Ia juga menekankan pentingnya konsistensi kinerja seluruh unsur, baik di internal kantor maupun di Kantor Urusan Agama (KUA), agar pelayanan keagamaan berjalan profesional, tertib, dan berdampak nyata bagi masyarakat. “Setiap tugas yang kita jalankan adalah amanah. Bekerjalah dengan disiplin, karena dari sanalah lahir pelayanan yang berkualitas dan kepercayaan publik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha H. Ahmad Alamsyah menyoroti pentingnya tata kelola manajemen kegiatan dan administrasi yang baik di seluruh satuan kerja, termasuk di KUA. Ia menegaskan bahwa kedisiplinan ASN harus sejalan dengan pengelolaan kerja yang terencana, tertib, dan terukur. “Disiplin ASN harus diiringi dengan manajemen kerja yang rapi. KUA dan satuan kerja lainnya perlu memastikan pelayanan berjalan efektif, tertata, dan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujarnya. Alamsyah juga mengingatkan bahwa peran ASN bukan hanya hadir secara fisik, tetapi juga bertanggung jawab penuh terhadap kualitas pelayanan di unit kerja masing-masing. Menanggapi arahan tersebut, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam H. Rumajullah menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti pesan Kepala Kantor dengan memperkuat peran penyuluh agama dan KUA di seluruh kecamatan di Kota Banjarbaru. “Arahan Bapak Kepala Kantor menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat disiplin, koordinasi, dan kinerja penyuluh agama serta KUA. Pesan ini akan kami sampaikan dan tindak lanjuti di seluruh kecamatan,” ungkap Majulah.
Ia menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki peran strategis sebagai penghubung antara Kementerian Agama dan masyarakat, sehingga kedisiplinan dan profesionalisme menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan keagamaan. Pembinaan kepegawaian yang dirangkai dengan Majelis Taklim ini tidak hanya menjadi forum penguatan disiplin kerja, tetapi juga ruang refleksi spiritual bagi ASN dan penyuluh agar senantiasa memaknai tugas sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Banjarbaru berharap seluruh aparatur semakin solid, disiplin, dan siap menghadirkan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan penguatan kepercayaan publik. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








