Banjarbaru Kemenag BJB. menyambut program kementerian Agama Pusat dalam penanaman sejuta Pohon Matoa, kementerian Agama Banjarbaru mulai berkoordinasi di beberapa instansi dan petani pengembang pohon khususnya Matoa, seperti yang dilakukan kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Kota Banjarbaru H. Ahmad Alamsyah datang secara langsung ke sejumlah instansi pemerintah seperti dinas kehutanan dan petani yang mengembangkan bibit matoa atau kelengkeng Irian.
‘’Dari hasil kunjungan ke instansi pemerintah kota banjarbaru mereka menyambut baik program penanaman sejuta pohon matoa, namun karena keterbatasan bibit maka jumlah matoa yang di berikan juga terbatas’’ Ahmad alamsyah saat berkunjung ke kantor DKP3 pemko Banjarbaru pada Selasa (15/4).
Tidak sampai di situ, Alamsyah bersama stafnya ke salah satu persemaian Liang Anggang (PLA) meskipun tidak mendapatkan bibit matoa secara khusus, pihak persemaian akan menyiapkan 300 bibit tanaman produktif diantaranya durian, alpukat, petai, jengkol dan beberapa tanaman buah lain.
‘’ karena berbagai pertimbangan maka bibit matoa juga mesti berbagi dengan lembaga kemenag lain, namun kami bersyukur pihak PLA memberikan respon dan dukungan yang sangat baik’’ ujar Alam.
Sementara itu dari pihak dinas tanaman kehutanan pemerintah kota banjarbaru menyanggupi 10 bibit dan selebihnya kasubbag mendapatkan 20 bibit dari petani bibit buah, itu pun harus berbagi dengan beberapa pembeli lain yang lumayan cukup langka di pasar bibit kalimantan selatan, mengingat gaung penanaman Sejuta Pohon matoa sangat santer di kalangan penjual bibit.
‘’20 bibit yang di datangkan dari luar kota banjarbaru kini sudah berada di halaman kantor, sementara 10 bibit baru akan diambil pada kamis mendatang termasuk beberapa bibi tanaman produktif lainnya yang berjumlah 300 batang pohon akan di siapkan pada senin pekan depan’’ terangnya kepada Humas.
Kepala Kantor kementerian agama Kota Banjarbaru H. Mukhlis Ridhani berharap agar ASN di lingkungan kementerian Agama mendukung penuh program penanaman sejuta pohon matoa, menurutunya langkah ini sangat baik dalam mengkampanyekan go green, mengurangi efek pemanasan Global.
‘’Seperti kita ketahui matoa merupakan salah satu tanaman memiliki nilai ekonomis tinggi, selain mendukung program sejuta pohon matoa tentunya manfaat kedepannya bagi anak cucu kita, terlebih lagi menciptakan iklim yang sehat dengan peduli lingkungan’’ ungkapnya kepada awak humas.
Mukhlis juga berharap program ini harus secara terus menerus di jaga terlebih lagi ratusan pohon itu nantinya akan didistribusikan ke sejumlah lembaga pondok dengan harapan memberikan hasil dan manfaat yang baik. Ard
Pewarta: Mardian
Foto: Mardian
Redaktur: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Mardian
Redaktur: Nurul








