Banjarbaru Kemenag BJB– Fenomena alam gerhana bulan yang terjadi pada Senin dini hari (8/9) merupakan kali kedua dalam tahun ini, menjadi momen penuh makna bagi masyarakat Banjarbaru. Usai melakukan pengamatan gerhana bulan melalui teleskop BMKG di Lapangan Murjani, rombongan dari Kementerian Agama Kota Banjarbaru yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, H. Rimazullah, bersama jajaran Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) serta para penyuluh agama, mengingatkan masyarakat agar menjadikan fenomena gerhana sebagai sarana tafakur, muhasabah, dan doa bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Kasi Bimas Islam Kemenag Banjarbaru H. Rimazullah menegaskan bahwa gerhana adalah tanda kebesaran Allah yang sepatutnya disikapi dengan meningkatkan ibadah.
“Gerhana bukan hanya peristiwa alam yang indah untuk diamati, tetapi juga momentum spiritual. Mari kita manfaatkan untuk memperbanyak doa, dzikir, serta menguatkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IPARI Kota Banjarbaru, H. Fauzi, turut menghimbau masyarakat agar melihat fenomena gerhana dengan penuh kesadaran iman.
“Gerhana ini adalah salah satu kuasa Ilahi yang mengajarkan kita tentang keterbatasan manusia. Secara sains bisa dijelaskan, namun sejatinya proses ini terjadi atas kehendak Allah. Maka, jangan hanya melihatnya sebagai tontonan, tapi jadikan ia sebagai tanda untuk mendekatkan diri kepada-Nya,” tutur H. Fauzi.
Senada dengan itu, penyuluh agama H. Abdul Karim menambahkan bahwa gerhana memiliki nilai dakwah yang kuat dalam memperkuat keimanan dan ketakwaan umat.
“Fenomena ini luar biasa. Kita bisa mengamati dengan ilmu, namun dibalik itu semua ada pesan spiritual: tidak seorang pun bisa merekayasa gerhana. Ia terjadi semata karena kekuasaan Allah. Semoga hal ini menambah keimanan kita dan menjadikan kita lebih taat dalam beribadah,” ungkapnya.
Fenomena gerhana bulan kali ini menjadi pengingat bersama bagi masyarakat Banjarbaru bahwa alam semesta merupakan tanda kebesaran Allah, yang mengajarkan pentingnya introspeksi diri, memperkuat iman, serta mempererat ukhuwah melalui doa dan ibadah berjamaah.
Di saat pengamatan yang masih berlangsung secara streaming oleh teleskop BMKG sejumlah masjid dan musholla di wilayah banjarbaru menggelar shalat khusuf atau shalat gerhana bulan, dari pantauan tim, humas yang datang di lokasi jalannya sholat, sejumlah masyarakat antusias mengikuti jalannya sholat yang berjumlah dua rakaat dengan 4 kali rukuk, ditutup dengan ceramah dan doa oleh imam.
Dalam ceramah imam ingatkan malam gerhana bulan agar umat lebih banyak berdoa dan berdzikir serta perbanyak sedekah. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Mardian
Pewarta: Mardian
Foto: Mardian








