Banjarbaru (kemenag BJB). memasuki pekan kedua bulan Suci Ramadhan penyelenggara zakat dan wakaf secara resmi merilis besaran zakat fitrah yang harus dibayarkan para wajib zakat, seperti yang diungkap penyelenggara zakat Wakaf kemenag banjarbaru Hadi Purwanto kepada Humas Kamis (21/3). Tujuan dirilisnya besaran zakat ini agar masyarakat memiliki patokan yang jelas di klasifikasikan mana zakat yang dikonversikan dalam bentuk uang.
‘’Tarif zakat penyesuaian dari keseharian yang dikonsumsi oleh perorangan, dari kelas 35,000 hingga kelas 70.000 dari besar kelas medium hingga premium dan keseharian pada umumnya, dengan harapan tidak ada kesalahan dalam berzakat fitrah’’
Menurut Hadi, rilis mengenai harga konversi besaran zakat yang harus dibayarkan ini sudah menjadi rutinitas tiap tahun yang disampaikan kepada masyarakat, dengan harapan masyarakat bisa membayarkan kepada panitia zakat setempat.
‘’Hitungan konversi zakat makan pokok ke uang ini juga menjadi acuan bagi panitia zakat fitrah dalam menerima uang zakat atau beras yang disalurkan oleh wajib zakat yang di sesuaikan dengan nishobnya, bukan hanya fitrah, tetapi juga zakat mall’’
Sementara itu di temui di tempat terpisah salah satu ketua lembaga zakat Lazismu banjarbaru kepada Jurnalis Kemenag menyampaikan, jika lembaganya dalam beberapa hari terakhir telah membentuk kepanitian penerima zakat yang nanti ditempatkan di masjid masjid Muhammadiyah.
‘’Dengan adanya acuan batasan konversi uang zakat insyaallah ini menjadi acuan bagi panitia dalam menerima zakat sedangkan untuk zakat mal besarnya tergantung pada wajib zakat yang tentunya berbanding lurus dengan besarnya penghasilan wajib zakat’’ katanya kepada Diyan Jurnalis Kemenag.
Seperti diketahui selain Baznas beberapa lembaga zakat di banjarbaru juga aktif seperti Lazismu, Lazis NU, BMH dan beberapa panitia zakat di sejumlah masjid musholla selama ramadhan, gara Zawa berharap zakat kembali mengingatkan bagi kaum muslimin untuk tetap ingat bahwa ada sebagian harta orang lain dalam harta milik kita sekaligus sebagai upaya mensucikan diri. Ard
Pewarta: Mardiyan
Editor: Taty&Nurul
Fotografer: Alfin








