Gema Ayat Suci Menggetarkan Murjani Lantunan Qari dan Qariah Venue Utama MTQN

Gema Ayat Suci Menggetarkan Murjani Lantunan Qari dan Qariah Venue Utama MTQN
BANJARBARU kemenag BJB— Malam di kawasan Jalan Panglima Batur, tepatnya di depan Balai Kota Banjarbaru, tampak berbeda pada Rabu malam, 26/11. Area yang biasanya lalu lintas kendaraan berubah menjadi ruang spiritual yang dipenuhi syahdu lantunan ayat-ayat suci Al-Qur`an. Pintu balai kota depan lapangan  Murjani sebagai venue utama MTQ Nasional Tingkat Kota Banjarbaru ke-20 menjadi pusat perhatian masyarakat yang berdatangan dari berbagai sudut kota.

Pada malam tersebut, cabang tilawah Al-Qur`an kategori remaja mempertemukan 13 peserta terdiri dari 8 Qori dan 6 Qariah , mewakili lima kecamatan serta peserta dari kalangan umum. Mereka tampil satu per satu, menghadirkan kekhasan suara, tartil, dan penghayatan yang memukau para dewan hakim serta ratusan masyarakat yang menyaksikan.

Delapan orang dewan hakim duduk di barisan utama, fokus menilai setiap detail performa para qari dan qariah yang tampil. Di antara mereka adalah H. Mahlidin, penyuluh agama Kementerian Agama Kota Banjarbaru, yang menjelaskan bahwa penilaian dilakukan secara objektif dan terukur.

 “Dalam kategori tilawah remaja, kami menilai empat aspek utama: tajwid, lagu dan suara, adab penampilan, serta kefasihan,” ujar H. Mahlidin.
“Tajwid menjadi fondasi—ketepatan makhraj dan hukum bacaan harus benar. Kemudian kualitas suara dan variasi lagu menentukan keindahan lantunan. Penghayatan, ketenangan, serta adab di panggung juga menjadi poin penting agar peserta tampil sebagai pembaca Al-Qur`an yang berwibawa.”

Ia menegaskan bahwa meskipun para peserta masih remaja, standar penilaian tetap mengacu pada ketentuan MTQ nasional. Hal itu, menurutnya, penting untuk menjaga kualitas kader pembaca Al-Qur`an di Banjarbaru.

Sementara itu, Koordinator Lomba, H. Himni, mengungkapkan alasan mengapa cabang tilawah selalu dilaksanakan pada malam hari.

 “Penyelenggaraan tilawah di malam hari bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki nilai filosofis,” tuturnya.
“Sejarah mencatat Al-Qur`an diturunkan pada malam hari. Nuansa malam memberi kekhusyukan tersendiri—lebih hening, lebih syahdu, sehingga pesan ayat-ayat suci dapat menggema lebih dalam. Karena itu, hampir semua event MTQ di berbagai daerah menjadikan malam hari sebagai momen utama tilawah.”

Kondisi di lapangan pun mempertegas pandangan tersebut. Semakin malam, kawasan Murjani justru semakin ramai. Masyarakat berdiri di sisi panggung, sebagian duduk beralas tikar, menyimak setiap lantunan dari para peserta. Tidak sedikit yang tampak merekam penampilan favorit mereka menggunakan gawai, sebagai bentuk apresiasi sekaligus dokumentasi pribadi.

Bagi banyak warga, malam itu bukan sekadar perlombaan. Gema ayat suci yang berkumandang di jantung kota menjadi pengingat spiritual di tengah hiruk-pikuk aktivitas harian.

Gelaran MTQN XX Banjarbaru tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni baca Al-Qur`an, tetapi juga momentum memperkuat kecintaan generasi muda terhadap kitab suci. Dengan dukungan pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh masyarakat, Banjarbaru berharap dapat terus mencetak kader qari dan qariah yang unggul, berakhlak, dan siap mengharumkan nama kota pada ajang yang lebih tinggi. diy

Pewarta: Mardian
Foto: Mardian
Add Comment
ini Kemenag Banjarbaru Kalsel keywordnya Photos
  • Jadwal Imsyakiah Wilayah Kota Banjarbaru
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1447H / 2026M
  • Zakat Fitrah 1446 H / 2025 M
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1446H / 2025M
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1446H / 2025M
  • Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1446H / 2025M
  • Selamat dan Sukses atas dilantiknya Menteri Agama dan Wakil
  • Selamat atas dilantiknya Prof. Dr. K. H. Nasaruddin Umar, MA
  • Terima Kasih atas Dedikasi dan Pengabdian sebagai Menteri Ag
 See More..