Banjarbaru (Kemenag BJB) - Berlangsung di aula Madrasah Tsanawiyah Ulumul Quran al Madani kemenag mendapatkan kesempatan untuk menghadiri kegiatan pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang berlangsung Senin (29/08/22).
Di pelopori Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Kalimantan Selatan, kehadiran Kementerian Agama yang langsung diwakili Kepala Kantor Kementerian Agama diharapkan mampu menjadi mitra dalam IKM di kota Banjarbaru terkhusus bagi lingkungan madrasah.
“Pada prinsipnya Kemenag memberikan dukungan penuh dalam rangka sosialisasi implementasi Kurikulum merdeka sebagai program pemerintah memalui kementerian pendidikan meskipun di lakukan secara bertahap, sebagai upaya pemerintah dalam memaksimalkan jalannya program pembelajaran secara maksimal di semua jenjang Pendidikan,” kata Drs. H. Mahrus MM saat menghadiri giat bersama BGP.
Mahrus melanjutkan jika dalam penerapan kurikulum merdeka membutuhkan SDM dalam penerapan kurikulum tersebut terutama guru pendidik yang punya peranan penting dalam kesuksesan jalannya kurikulum, terlebih lagi penerapan kurikulum ini di jalankan usai masa pandemic yang cukup panjang tentunya membutuhkan proses penyesuaian sesuai dengan arahan dari para pembimbing yang menangani bidang pendidikan.
“Jika ditinjau dari manfaat yang sudah berjalan saat ini kurikulum merdeka menyesuaikan dengan kebutuhan saat ini, proses pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Guru bisa lebih leluasa memilih metode dan perangkat ajar,” tambahnya.
Sementara Mentor dari BGP Provinsi Kalimantan Selatan Yuning yang juga memberikan materi di hadapan guru Mts Ulumul Quran Al Madani menyampaikan beberapa program yang mendukung implementasi kurikulum merdeka (IKM) adalah adanya program Sekolah Penggerak (SP) dan Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggula (SMK-PK) dimana Kemendikburistek pada program tersebut adalah memberikan dukungan dalam impelentasi kurikulum prototipe (KP).
“IKM diharapkan mampu memenuhi kebutuhan proses pembelajaran kepada siswa, dengan Kurikulum Merdeka, proses pembelajaran akan lebih maksimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan memperkuat kompetensinya. Guru bisa lebih leluasa memilih metode dan perangkat ajar,” ungkapnya.
Penulis : Dyan
Foto : Alvin








