Banjarbaru Kemenag BJB – Kementerian Agama Kota Banjarbaru terus berupaya menghadirkan terobosan dalam menjaga kerukunan umat beragama. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi dan Uji Coba Chatbot WhatsApp “Si Paham”, yang dilaksanakan di Aula Integrita Spada, Senin (15/9). Acara ini mengusung tema “Implementasi Case Management System (CMS) Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan Menggunakan Chatbot WA” dan diikuti oleh para penyuluh agama dari lima kecamatan se-Kota Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyampaikan bahwa hadirnya Chatbot Si Paham menjadi wujud nyata pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kerja-kerja moderasi beragama.
“Kerukunan itu bukan sesuatu yang datang tiba-tiba, tetapi harus dirawat bersama. Konflik sosial, sekecil apapun, bisa menjadi api yang membesar bila tidak dikelola dengan bijak. Karena itu, melalui Si Paham, kami berharap penyuluh agama memiliki sarana yang lebih cepat, mudah, dan efektif dalam melakukan deteksi dini sekaligus mitigasi konflik di tengah masyarakat,” ujar Mukhlis dengan nada humanis.
Ia menambahkan, keluarga dan masyarakat di Banjarbaru memiliki kearifan lokal yang kuat, dan dengan dukungan teknologi, nilai tersebut bisa lebih kokoh dalam menjaga harmoni antarumat beragama.
Sementara itu, perwakilan dari Direktorat Jenderal Bimas Islam Kementerian Agama RI, Ahmad Nurkomar dan Fatimatuzahro, mengapresiasi langkah Kemenag Banjarbaru sebagai salah satu daerah yang aktif mengimplementasikan program ini.
“CMS berbasis Chatbot Si Paham adalah terobosan yang akan memperkuat pola kerja penyuluh agama dalam menangani isu-isu keagamaan. Teknologi ini bukan menggantikan peran manusia, tetapi justru mendukung peran penyuluh agar lebih responsif, transparan, dan terukur,” jelas Ahmad.
Menutup kegiatan, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag Banjarbaru, H. Rimazullah, menyampaikan bahwa program Si Paham akan menjadi bekal penting bagi para penyuluh agama dalam menghadapi tantangan zaman.
“Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam menjaga kerukunan. Dengan adanya Si Paham, saya yakin langkah kita semakin mantap. Mari kita jadikan inovasi ini bukan sekadar alat, tetapi sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga Banjarbaru tetap rukun, damai, dan harmonis,” tuturnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi uji coba langsung penggunaan Chatbot Si Paham oleh para penyuluh agama. Diharapkan, inovasi digital ini dapat membantu memperkuat peran penyuluh sebagai mediator, edukator, dan fasilitator dalam membangun kehidupan keagamaan yang damai di Banjarbaru. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








