Banjarbaru kemenag BJB— Dalam momentum peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada 9 Desember 2025, Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat budaya integritas di seluruh lini pelayanan. Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyatakan bahwa lembaga yang sehat hanya dapat berdiri tegak apabila seluruh aparatur menolak segala bentuk praktik korupsi.
“Tidak ada toleransi sedikit pun. Zero tolerance! Korupsi itu merusak, menghancurkan, dan mematikan kepercayaan publik. ASN Kemenag Banjarbaru harus menjadikan momentum Hari Anti Korupsi ini sebagai pengingat bahwa integritas adalah nafas pelayanan,”* tegas Mukhlis dalam wawancara khusus Rabu (10/12).
Mukhlis menekankan bahwa sikap antikorupsi bukan hanya jargon tahunan, tetapi komitmen moral yang harus terpatri kuat dalam jiwa setiap ASN.
“Maknai tanggal 9 Desember ini bukan sebagai seremoni. Jadikan ini sebagai cermin diri. Kalau hati sudah bersih, pelayanan pasti bersih. Jangan beri ruang sedikit pun untuk gratifikasi, manipulasi, atau penyalahgunaan kewenangan.”
Mukhlis juga menyebut bahwa perang terhadap korupsi adalah bagian dari ibadah. Pelayanan yang jujur, bersih, dan transparan menurutnya adalah bentuk pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Terpisah Ketua Satgas Pembangunan Zona Integritas Kemenag Kota Banjarbaru, H. Ahmad Alamsyah, turut menyuarakan dukungan penuh terhadap instruksi pimpinan.
“Kemenag Banjarbaru berdiri di garis paling depan untuk membangun budaya antikorupsi. Tidak ada gratifikasi, tidak ada permainan, tidak ada negosiasi. Kita bekerja berdasarkan aturan, bukan berdasarkan keuntungan pribadi,” tegas Alamsyah.
Ia menambahkan bahwa pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) bukan hanya target administratif, tetapi tanggung jawab moral seluruh aparatur di lingkungan Kemenag.
“Jika ingin meraih WBK dan WBBM, maka integritas harus menjadi identitas. Setiap ASN wajib menjaga marwah lembaga ini,” tambahnya.
Kemenag Banjarbaru menegaskan bahwa perang melawan korupsi hanya dapat dimenangkan melalui kesadaran kolektif, pengawasan berlapis, dan keteladanan pimpinan. Momentum Hari Anti Korupsi Sedunia dijadikan sebagai sarana refleksi untuk memperkuat nilai-nilai ASN: berintegritas, profesional, dan melayani dengan hati.
Sebagai penutup arahannya, orang nomor satu kemenag Banjarbaru ini menekankan,
“Korupsi bukan budaya kita. Korupsi bukan jalan kita. Dan hari ini, kita tegaskan: Kemenag Banjarbaru berdiri pada barisan yang bersih dan tidak bisa ditawar.” Tutupnya mengakhiri wawancara dengan tim humas. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








