Banjarbaru kemenag BJB – Peringatan Hari Aksara Internasional menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan, termasuk madrasah. Pengawas madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kota Banjarbaru mengajak para guru untuk semakin menekankan budaya literasi dalam setiap proses pembelajaran.
Ketua Kelompok Kerja Pengawas Madrasah, Toto Sunarto, menyampaikan bahwa literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan fondasi bagi tumbuhnya kreativitas, berpikir kritis, dan pembentukan karakter generasi madrasah.
“Hari Aksara Internasional ini menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran besar dalam menanamkan budaya membaca. Literasi harus diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran, sehingga santri tidak hanya memahami teks, tetapi juga mampu menafsirkan, mengkritisi, dan menerapkan dalam kehidupan nyata,” ungkap Toto, selasa (9/9/25).
Senada dengan itu, Pengawas Madrasah Hj. Hernita menegaskan pentingnya pembinaan berkelanjutan bagi guru madrasah agar mampu menumbuhkan budaya literasi di kelas. Menurutnya, guru adalah motor utama perubahan yang mampu melahirkan generasi cerdas sekaligus berakhlak.
“Dalam setiap pembinaan, kami selalu mendorong guru untuk kreatif menggunakan metode pembelajaran berbasis literasi. Dengan begitu, santri terbiasa membaca, menganalisis, dan berdiskusi. Hal ini akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Peringatan Hari Aksara Internasional ini juga sejalan dengan misi Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby dalam mewujudkan Banjarbaru EMAS (Elok, Maju, Adil, Sejahtera). Upaya menumbuhkan budaya literasi melalui madrasah diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia, yang pada akhirnya mendukung terwujudnya masyarakat yang maju dan sejahtera.
Pengawas madrasah menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi guru, agar literasi tidak berhenti pada slogan, melainkan menjadi gerakan nyata yang melekat dalam proses pendidikan madrasah. Diy
Pewarta: Mardian
Foto:Mardian








