Banjarbaru Kemenag BJB. Kementerian Agama kota Banjarbaru Melalui seksi penyelenggaraan haji dan umroh. Menggelar program jamarah, yakni jagong masalah umrah dan haji, dalam bahasa Jawa (Jagong : red) atau jagongan adalah berkumpul sambil ngobrol. hal inilah yang menjadi salah satu tujuan di gelarnya program jamarah dengan mengundang sejumlah elemen masyarakat sebagai upaya membahas masalah umrah dan perhajian di wilayah Banjarbaru.
Seperti di ketahui program jamarah merupakan program yang di gelar di seluruh kota kabupaten Se Kalimantan Selatan. untuk Banjarbaru diselenggarakan di aula linggangan kantor DPRD kota Banjarbaru pada (25/9) dengan menghadirkan, petugas haji, tim nakes, MUI perwakilan Ormas elemen masyarakat dan sejumlah calon jamaah haji tahun 2025.
Kegiatan di buka langsung oleh Plt Kakankemenag kota Banjarbaru H. Ahmad Alamsyah, di dampingi langsung oleh kasi PHU H. Ahmad Syauqi menyampaikan beberapa paparan penting termasuk mekanisme layanan haji dari proses pendaftaran hingga prioritas pemberangkatan jamaah haji para lansia.
'Program ini juga menjadi program sosialisasi mengenai Haji yang merupakan ibadah puncak bagi umat muslim, merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan sekali seumur hidup oleh orang muslim yang mampu. Namun, proses menuju kesiapan dan pelaksanaan haji bisa sangat menyita waktu dan tenaga, bahkan bisa menjadi lelah dan melelahkan. Dalam hal ini, mekanis layanan haji hadir untuk memudahkan para jemaah supaya bisa fokus pada ibadah yang harus dilaksanakan, dan itu perlu di pahami betul oleh masyarakat' Ahmad Syauqi.
Menurutnya mekanis layanan haji juga penting dalam hal kesiapan perlengkapan. Mekanis layanan haji akan memberikan informasi, memberi tahu bagaimana cara melaksanakan ibadah dengan benar, dan memberikan saran terkait perlengkapan seperti makanan, pakaian, serta informasi lainnya. Jika jamaah tidak mempersiapkan diri dengan baik, hal tersebut bisa membuat mereka merasa tidak nyaman selama perjalanan.
Sementara itu Plt Kakankemenag kota Banjarbaru yang juga mantan petugas haji tahun 2024 H. Alamsyah menyampaikan, jika masyarakat harus tahu dan paham mekanisme layanan haji terkait proses pendaftaran jumlah kuota dan teknis pelaksanaan selama berada di tanah suci. Menurutnya hal itu penting sebagai pengetahuan dan persiapan bagi jamaah haji mendapatkan kursi pemberangkatan estimasi di tahun mendatang.
'Hal ini perlu dipahami bagi masyarakat mengingat ibadah haji merupakan ibadah puncak yang membutuhkan kesiapan ilmu pemahaman dan pengetahuan agar ibadah haji yang kita jalankan sah menurut syariah serta memberikan kenyamanan bagi jamaah secara pribadi dalam menjalankan ibadah selama berada di tanah suci' ungkapnya.
Seperti ke mana kota Kabupaten lainnya Kementerian Agama kota Banjarbaru melalui seksi penyelenggara haji dan umroh, mengundang beberapa elemen masyarakat sebagai langkah memaksimalkan sosialisasi layanan haji lebih baik bagi masyarakat di tingkat kota Kabupaten se-Kalimantan Selatan. ard
Pewarta : Mardiyan
Editor : Taty & Nurul
Fotografer : Alfin








