Banjarbaru – Menjelang keikutsertaan para siswa pada Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Tahun 2025 di Tingkat Kabupaten/Kota, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, mengimbau madrasah untuk mempersiapkan siswa-siswinya dengan maksimal. Hal tersebut mengingat OMI merupakan kompetensi bergengsi siswa madrasah se-Indonesia.
“Kami berharap madrasah menyiapkan siswa terbaiknya tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan spiritual, sehingga mereka siap bersaing dan membawa nama baik madrasah dan Banjarbaru” ujarnya di Banjarbaru, Rabu, (3/9/25).
OMI merupakan ajang bergengsi tahunan yang diinisiasi Kementerian Agama RI untuk menjaring potensi dan prestasi siswa madrasah dari tingkat dasar hingga menengah. OMI merupakan gabungan dari dua kompetesi sebelumnya, yaitu Kompetisi Sains Madrasah (KSM) dan Madrasah Young Researcher Supercamp (MYRES). OMI mencakup kompetisi di bidang matematika, IPS dan IPA serta kompetisi riset dalam hal Integrasi Keislaman dan Keilmuan (Ekoteologi), Sustainable Development Goals (SDGs), dan Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional. Kompetisi ini akan berlangsung secara online dari Agustus – November 2025.
Kepala Kantor berharap akan ada siswa madrasah dari Banjarbaru yang bersinar di OMI Tahun 2025. Kesuksesan perwakilan Banjarbaru tidak hanya di tingkat daerah, tetapi bisa menembus nasional. Ia menyakini dengan potensi siswa-siswi madrasah, Banjarbaru bisa menjadi juara.
"Besar harapan kami bahwa tahun ini siswa madrasah Banjarbaru bisa menunjukkan kembali prestasinya. OMI merupakan kesempatan untuk menunjukkan bahwa siswa madrasah selain cerdas dalam bidang agama, juga cerdas di bidang sains, teknologi dan humaniora," harapnya.
Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Banjarbaru, Fahmi Fitriadi, menjelaskan bahwa Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) bidang sains tingkat kabupaten/kota akan dilaksanakan pada tanggal 9-12 September 2025. Jadwal ini bergeser dari seharusnya di tanggal 2-5 September 2025.
“Ada perubahan jadwal untuk pelaksanaan OMI tingkat kota. Dari awalnya tanggal 2-5 September, menjadi 9-12 September. Dengan adanya pergeseran jadwal ini, kami berharap persiapan para peserta lebih optimal lagi,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan OMI menggunakan sistem Computer-Based Test atau ujian berbasis komputer. OMI dilaksanakan secara berjenjang, mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi hingga nasional. Tingkat provinsi akan dihelat di bulan Oktober dan tingkat nasional di bulan November 2025.
“Kami akan memberikan pembinaan dan pendampingan teknis bagi madrasah dalam mengikuti OMI. Dengan persiapan yang matang, diharapkan siswa madrasah di Banjarbaru mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat nasional,” ujarnya.
Fahmi mengatakan bahwa OMI dirancang bukan sekadar kompetisi, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter, penumbuhan jiwa sportivitas, serta peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Melalui OMI, Kemenag ingin menunjukkan madrasah mampu melahirkan generasi unggul yang berdaya saing tinggi.
Pewarta: Karima
Foto: Karima
Pewarta: Karima
Foto: Karima








