Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) - Kepala Kantor Kementerian Agama (Ka.Kankemenag) Kota Banjarbaru mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kankemenag Kota Banjarbaru bersama-sama bergandengan tangan untuk mencegah penyebaran terorisme di Kota Banjarbaru.
Bukan hanya ASN, sejumlah tokoh masyarkat pun turut di undang untuk mendengarkan materi workshop pengutan kebangsaan dalam pencegahan terorisme di kalimantan yang di sampaikan jajaran polda Kalsel, Kamis (02/06/22).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mahrus memberikan sambutan kepada seluruh peserta agar para Penyuluh Agama (PA) Muslim dan Non Muslim di lingkungan Kankemenag Kota Banjarbaru untuk terus menjaga kesetabilan kemanamana masyarakat dengan sennetiasa menjada kerukunan.
“Menjaga kestabilan keamanan di lingkungan masyarakat bukan hanya tugas aparat keamanan, akan tetapi menjadi tugas kita bersama dan itu sudah menjadi amanat agama, telebih lagi para pendakwah dan tokoh masyarakat yang menjadi ujung tombak terjaganya stabilitas keamanan,” ujar H. Mahrus.
Mahrus berharap dengan hadirnya workshop penguatan kebangsaan dalam pencegahan terorisme di kalimantan semakin membuka wawasan tentang bahaya terorisme yang menjadi bahaya laten jika tidak di lakukan deteksi lebih dini indikasi munculnya terosrisme di tengah masyarakat.
“Salah satu cara paling efektif mencegah terjadiya paham radikalisme yang mengarah pada intoleran, adalah menjaga kerukunan antar umat beragama menghilangkan paham radikal yang berpotensi menumbuhkan sifat kebencian antara kelompok dan golongan lain yang berbeda pemikiran,” tambahnya.
Sementara pemateri kegiatan dari Polda Kalsel KBP Surya Putra Mustika menuturunkan aksi teror yang terjadi di dunia, termasuk di Indonesia, sebenarnya bersih dari kepentingan agama, bahkan pengaitan agama dengan terorisme sama dengan mengaburkan terorisme itu sendiri.
"Apapun bentuk terorisme itu, jangan dikaitkan dengan agama. Kalau terorisme dikaitkan dengan agama akan terjadi pengaburan, karean tidak sedikit kasus teror yang terjadi beberapa waktu lalu di landasi faktor lain di antaranya ras dan suku bangsa," katanya dalam seminar.
H. Taufiqurrahman, Kepala Seksi bimbingan masyarakat islam dalam kesempatan terpisah berharap meteri yang di terima para peserta ini bisa di sampaikan lagi kepada masyarakat lebih luar terutama peranan penyuluh agama dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai juru dakwah.
“Kita berharap dengan ada workshop ini bisa memberikan pandangan lebih jelas kepada masyarakat umum,” harapnya saat di wawancarai tim humas.








