Banjarbaru (Kemenag BJB)— Kementerian Agama Kota Banjarbaru kembali menjadi pusat perhatian daerah lain. Kamis (6/11/2025), rombongan dari Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kementerian Agama Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan kunjungan kaji terap ke Kemenag Banjarbaru. Kunjungan ini bertujuan untuk mendalami inovasi pembinaan madrasah, khususnya dalam implementasi program talent mapping yang telah berhasil diterapkan oleh MTs Al Madani Banjarbaru.
Rombongan sebanyak 25 orang dari total 41 peserta yang dijadwalkan — terdiri dari para Ketua KKRA, KKMI, KKMTs, dan KKMA — disambut hangat oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Banjarbaru, Fahmi Fitriadi, di Aula Integritas Kantor Kemenag Banjarbaru.
Dalam paparannya, Fahmi menjelaskan peta pendidikan madrasah di Kota Banjarbaru yang terus menunjukkan geliat positif. Ia menyampaikan bahwa kolaborasi antar-lembaga pendidikan menjadi kunci dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing.
“Program talent mapping bukan sekadar mengenali potensi siswa, tetapi bagaimana madrasah mampu mengelola dan mengarahkan bakat itu menjadi prestasi nyata,” ujar Fahmi. “Kami bersyukur, MTs Al Madani telah menunjukkan bukti melalui lahirnya tiga penulis remaja yang karyanya dibukukan secara nasional. Ini bukti nyata bahwa madrasah bisa menjadi pusat lahirnya talenta hebat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Fahmi menekankan pentingnya transformasi pembelajaran di madrasah agar tidak terjebak pada pola lama, tetapi menyesuaikan dengan tantangan zaman.
“Kemenag Banjarbaru akan terus membuka ruang kolaborasi, berbagi praktik baik agar madrasah menjadi tempat tumbuhnya generasi berkarakter, kreatif, dan kompetitif,” tuturnya menegaskan.
Sementara itu, Ketua Rombongan sekaligus Kasi Penmad Kemenag Kabupaten Kotawaringin Timur Syaifullah mengaku terkesan dengan sistem pembinaan yang dilakukan di Banjarbaru.
“Kami melihat program talent mapping di Banjarbaru ini sangat inspiratif. Pendekatannya tidak hanya akademis, tapi juga memperhatikan sisi psikologis dan minat anak. Kami ingin mempelajari dan mencoba menerapkan model serupa di madrasah kami,” ujarnya.
Usai mengikuti paparan di Aula Integritas, rombongan melanjutkan kunjungan ke MTs Al Madani Banjarbaru. Mereka diterima langsung oleh jajaran pimpinan madrasah dan melihat secara dekat bagaimana mekanisme talent mapping diterapkan, mulai dari identifikasi potensi, pendampingan, hingga pembinaan berkelanjutan bagi siswa berbakat.
Program talent mapping di MTs Al Madani telah menjadi contoh nyata bagaimana madrasah dapat menjadi ruang tumbuh bagi setiap anak sesuai potensinya. Pendekatan ini sejalan dengan semangat Kementerian Agama untuk mewujudkan Madrasah Mandiri Berprestasi, yang tidak hanya unggul dalam akademik tetapi juga dalam karakter dan kontribusi sosial.
Menutup kegiatan, Fahmi Fitriadi berharap praktik baik yang dilakukan oleh madrasah di Banjarbaru dapat menginspirasi banyak pihak.
“Kita ingin Banjarbaru menjadi rumah pembelajaran bersama bagi madrasah-madrasah di Indonesia. Karena sejatinya, pendidikan adalah kerja kolaboratif untuk masa depan bangsa,” pungkasnya. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








