Banjarbaru KEMENAG BJB – Melihat fenomena bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyampaikan pesan khusus kepada para penyuluh agama agar turut berperan aktif mengajak masyarakat memperkuat empati dan doa bagi warga yang terdampak musibah.
“Kita mungkin tidak berada langsung di lokasi bencana, tetapi doa, perhatian, dan kepedulian adalah energi kebaikan yang mampu menguatkan saudara-saudara kita di sana,” tutur H. Mukhlis Ridhani dalam keterangan yang disampaikan kepada tim Humas Kemenag Banjarbaru, Rabu 3/12).
Ia menegaskan bahwa penyuluh agama—baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, maupun Khonghucu adalah garda terdepan Kemenag dalam membangun ketenangan batin masyarakat. Untuk itu, para penyuluh diminta menghadirkan pesan-pesan keagamaan yang meneduhkan, sekaligus mengajak jamaah dan masyarakat luas untuk mendoakan keselamatan, kekuatan, dan ketabahan bagi para korban bencana.
“Peran penyuluh sangat penting. Hadirlah dengan pesan yang menyejukkan, ajak masyarakat untuk merawat empati dan memperkuat doa. Dalam situasi seperti ini, kita dipanggil untuk menjadi penguat harapan,” ujarnya.
H. Mukhlis Ridhani juga menyampaikan bahwa imbauan ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama RI yang menekankan pentingnya solidaritas, kepedulian sosial, dan penguatan spiritual di tengah musibah yang terjadi akhir-akhir ini.
Dalam berbagai kesempatan nasional, Menteri Agama Nazaruddin Umar menegaskan bahwa masyarakat Indonesia harus terus dipupuk semangat gotong royong, kepedulian, serta kekuatan doa dalam menghadapi situasi bencana. Menag juga berulang kali mengajak semua unsur Kemenag untuk berperan aktif, termasuk melalui penguatan pendampingan psikososial berbasis keagamaan di tengah masyarakat.
“Seruan Bapak Menteri tentang pentingnya empati dan kebersamaan adalah pedoman bagi kita di daerah,” ungkap H. Mukhlis.
“Apa yang terjadi di beberapa wilayah adalah ujian bersama. Maka tugas kita adalah memastikan kehadiran negara melalui layanan keagamaan yang menenteramkan.” tekan Mukhlis
Sebelumnya, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan H. Fauzi telah menginisiasi langkah solidaritas berupa penggalangan dana bantuan bagi warga terdampak bencana. Gerakan ini melibatkan seluruh penyuluh agama yang tersebar di lima kecamatan di Kota Banjarbaru.
Penggalangan bantuan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan IPARI Provinsi Kalimantan Selatan, yang nantinya akan dihimpun dan disalurkan melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan. Hal tersebut juga mendapatkan apresiasi khusus dari kakankemenag.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan para penyuluh. Semoga langkah ini menjadi contoh kebaikan yang menyebar luas. Penguatan spiritual harus berjalan beriringan dengan kepedulian nyata,” ujarnya.
sementara itu haji Fauzi yang ditemui awak, saat melakukan rapat koordinasi dengan jajanan penyuluh menyampaikan bahwa pengumpulan dana ini masih ada tingkat waktu.
"pengumpulan dana di antar Kecamatan perlu membutuhkan proses dan tim bendahara juga sampai hari ini masih menginformasikan kepada jajaran penyuluh agama di seluruh Kecamatan " tutur Fauzi. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin








