Banjarbaru kemenag BJB – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, mengajak seluruh ASN dan penyuluh agama untuk terus memperkuat semangat harmoni dan kerukunan umat beragama. Pesan itu disampaikan usai prosesi penyematan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 21 ASN Kemenag Banjarbaru atas pengabdian selama 10 dan 20 tahun dalam rangkaian Upacara Gabungan, Senin (20/10).
Dalam arahannya, Mukhlis menegaskan bahwa Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya bukan sekadar bentuk pengakuan atas masa kerja, melainkan refleksi atas dedikasi dan ke ikhlasan ASN dalam menjaga marwah pelayanan publik, terutama dalam konteks Kementerian Agama yang berperan besar dalam merawat kehidupan beragama.
“Lencana ini bukan sekadar tanda jasa, tapi simbol keikhlasan dalam mengabdi. ASN Kemenag, termasuk para penyuluh, memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga harmoni di tengah masyarakat yang majemuk. Kerukunan harus kita rawat, bukan hanya dengan kata, tapi juga dengan keteladanan,” ujar Mukhlis penuh makna.
Secara khusus, Mukhlis juga menyoroti peran penyuluh agama Islam dan Kristen sebagai ujung tombak dalam menjaga hubungan sosial dan keagamaan di lapangan. Ia berharap para penyuluh mampu menjadi jembatan komunikasi yang menyejukkan dan menjauhkan umat dari potensi perpecahan.
“Penyuluh adalah wajah teduh Kementerian Agama di tengah masyarakat. Jadilah pelita yang menebar cahaya, bukan bara yang menimbulkan panas. Tugas kita bukan hanya menyampaikan pesan agama, tapi juga menumbuhkan rasa saling percaya dan saling menghormati antarumat,” pesan Mukhlis.
Sementara itu, H. Mahlidin, Penyuluh Agama Islam yang juga penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya, menyampaikan rasa syukurnya atas penghargaan tersebut. Ia menilai pesan Kakankemenag menjadi pengingat agar penyuluh terus menjaga semangat pengabdian yang tulus.
“Amanah ini akan kami jaga dengan sebaik-baiknya. Pesan Pak Mukhlis menjadi energi bagi kami untuk terus bekerja dengan hati. Merawat kerukunan bukan tugas ringan, tapi ini bagian dari ibadah,” tutur Mahlidin kepada Humas.
Senada dengan itu, R. Widi Pranowo, Penyuluh Agama Kristen, turut memberikan apresiasi atas perhatian Kepala Kemenag terhadap peran penyuluh lintas agama. Menurutnya, perhatian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Kemenag Banjarbaru dalam menjaga kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.
“Kami merasa dihargai dan diperhatikan. Sinergi lintas penyuluh yang terus ditekankan Bapak Kepala Kemenag membangun semangat baru bahwa kerukunan adalah milik bersama, bukan milik satu golongan,” ujar Widi.
Upacara penganugerahan Lencana Karya Satya ini berlangsung khidmat dan penuh haru. Momen tersebut menjadi refleksi bahwa pengabdian ASN Kemenag bukan hanya soal waktu, tetapi tentang makna keikhlasan dan tanggung jawab moral untuk melayani umat dengan hati dan integritas.
Sebagai penutup, Mukhlis menegaskan bahwa semangat pengabdian dan keikhlasan ASN Kemenag harus sejalan dengan upaya pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Integritas bukan sekadar slogan. Ia adalah napas yang menuntun setiap langkah ASN Kemenag dalam bekerja dan melayani. Hanya dengan keikhlasan dan kejujuran, kita bisa mewujudkan birokrasi yang bersih, berwibawa, dan dipercaya masyarakat,” pungkasnya. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








