Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) – Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru berkomitmen menghadirkan kantor ramah ibu dan anak bagi para pegawainya. Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, saat menerima audiensi dari Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) kota Banjarbaru, Selasa (15/7/25).
“Ibu merupakan bagian dari kita. Kita pun lahir dari seorang ibu, kita juga terlahir sebagai anak, dan memiliki anak, karena itu peran kita sebagai pemegang kebijakan di sini untuk bisa menghadirkan kebijakan yang baik dan adil untuk semua, termasuk bagaimana kita bisa menghadirkan kebijakan yang mengerti kebutuhan ASN kita yang juga seorang ibu,” jelas Mukhlis.
Mukhlis mengatakan bahwa ia ingin menciptakan suasana kantor yang nyaman bagi seluruh pagawai. Ia menjelaskan bahwa tugas sebagai ASN dan tugas seorang ibu sebenarnya dapat saling menyesuaikan tanpa mengorbankan salah satunya.
“Ritme kerja bisa kita sesuaikan. Terbukti selama ini pekerjaan mereka juga selesai tepat waktu. Jadi, sebenarnya tidak menjadi masalah jika kantor ini menerapkan kantor yang ramah ibu dan anak,” ungkapnya.
Karena itu pula, Mukhlis juga ingin mewujudkan inisiatif lingkungan kerja yang ramah anak di Kantor Kemenag Banjarbaru. Menurutnya, kantor ramah anak merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pegawai.
Ia menyadari bahwa banyak pegawai perempuan di kantor ini yang juga menjalankan tugas penting sebagai seorang ibu. Karena itu, sudah semestinya kantor juga menjadi ruang yang mendukung pegawai, termasuk dalam hal pengasuhan anak.
Ia menambahkan, konsep kantor ramah anak mencakup penyediaan ruang tunggu atau ruang bermain anak yang aman, fleksibilitas waktu kerja bagi ibu menyusui, serta kebijakan internal yang sensitif terhadap kebutuhan keluarga.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), di mana kesejahteraan dan kenyamanan pegawai menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas pelayanan publik.
“Pegawai yang bahagia dan nyaman, terutama para ibu, berdampak pada meningkatnya produktivitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, dalam rangka mendukung peran ibu, Kantor Kemenag Kota Banjarbaru membangun kerjasama dengan AIMI kota Banjarbaru. Sinergitas antara kedua belah pihak akan diwujudkan dalam program-program Kemenag yang berhubungan dengan pembinaan masyarakat dan calon pengantin.
Mukhlis mengungkapkan bahwa Kantor Kemenag Kota Banjarbaru memberikan dukungan penuh terhadap fokus dari AIMI melalui jejaring Kemenag Banjarbaru. Progam AIMI dapat dirangkai dengan program kepenyuluhan oleh Penyuluh Agama Islam di KUA Kecamatan.
“Dengan langkah ini, Kemenag Banjarbaru berharap dapat menjadi role model bagi instansi pemerintah lainnya dalam mengedepankan inklusivitas dan dukungan terhadap pegawai yang berkeluarga dan masyarakat, khususnya para ibu,” tukasnya.
Pewarta: Karima
Foto: Alfin
Pewarta: Karima
Foto: Alfin








