Banjarbaru – Kemenag BJB. Dalam upaya memperkuat sinergitas lintas sektor dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru terus melakukan kampanye aktif bahaya narkoba, mulai dari satuan kerja hingga lingkungan pendidikan usia dini.
penyuluh agama Islam H. Abdul Karim yang juga tergabung sebagai Satgas BNN di lingkungan Kemenag Banjarbaru mengatakan, Sebagai ujung tombak pemberantasan narkoba penyuluh tidak hanya melakukan pembinaan mental terhadap para pecandu yang menjalani rehabilitasi, ia juga aktif mengedukasi masyarakat luas, termasuk di satuan kerja kementerian, dan memulai kampanye dari lingkungan Raudhatul Athfal (RA), hingga majelis taklim
H. Abdul Karim menyampaikan pentingnya pendekatan spiritual dan keagamaan dalam mendampingi para pecandu serta memberikan edukasi yang menyentuh hati masyarakat.
"Sebagai penyuluh, kami hadir bukan hanya memberikan ceramah keagamaan, tapi juga menjadi pendamping spiritual bagi para pecandu dan pelaku rehabilitasi. Kami percaya bahwa pendekatan mental dan rohani adalah kunci untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar dan yang tak kalah penting, pencegahan harus dimulai sejak dini," ungkap Abdul Karim kepada Humas Kemenag.
sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menegaskan bahwa keberadaan penyuluh agama merupakan aset penting dalam membentengi masyarakat dari bahaya narkoba. Ia juga mendorong penyuluh untuk terus memperkuat perannya sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
"Penyuluh agama bukan hanya bertugas membina umat dalam bidang keagamaan, tapi juga memiliki peran strategis dalam menjaga moral dan akhlak masyarakat, termasuk dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Kami di Kemenag Banjarbaru siap menjadi garda depan dalam sinergi ini," tegas Mukhlis.
Kepala BNN Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta, turut mengungkapkan apresiasi atas sinergi yang terjalin erat dengan Kemenag Kota Banjarbaru. Menurutnya, keterlibatan penyuluh agama menjadi kekuatan tersendiri dalam menyampaikan pesan anti-narkoba dengan pendekatan keagamaan yang menyentuh hati masyarakat.
"Kami sangat mengapresiasi kolaborasi BNN dengan Kemenag Banjarbaru. Ini menjadi contoh sinergi lintas sektor yang kuat, di mana pendekatan agama menjadi salah satu instrumen efektif dalam upaya preventif penyalahgunaan narkoba," unggahnya kepada Karim.
Dengan gerakan kolaboratif yang dimulai dari satuan kerja hingga lembaga pendidikan anak usia dini, diharapkan kampanye bahaya narkoba dapat menumbuhkan kesadaran dan ketahanan masyarakat Banjarbaru terhadap ancaman narkoba, sekaligus menjadi model sinergitas yang bisa ditiru di daerah lain. DiY
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri








