Banjarbaru, Selasa 16 Juni 2025 — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional (MQKN) ke-VIII Tahun 2025. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyampaikan apresiasi dan komitmen mendalam terhadap penyelenggaraan MQKN tahun ini.
Pada tahap awal MQKN 2025 akan dilaksanakan Computer Based Test (CBT) sebagai tahap seleksi awal peserta MQKN tingkat nasional. Pembukaan CBT akan berlangsung pada Senin, 16 Juni 2025. Kepala Kantor berharap santri perwakilan Banjarbaru dapat mengikuti CBT dengan baik dan meraih hasil yang diinginkan.
“Pelaksanaan CBT ini menjadi langkah modernisasi seleksi santri yang tetap menjaga esensi keilmuan pesantren. Kementerian Agama Kota Banjarbaru mendukung penuh pelaksanaan ini, baik dari sisi teknis, koordinasi, maupun pendampingan. Kami berharap para santri dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan membawa nama harum pondok pesantren serta daerahnya di tingkat nasional,” ucap Kepala Kantor, Selasa (16/06).
Pelaksanaan ujian CBT dijadwalkan akan berlangsung mulai 17 Juni 2025, dengan melibatkan peserta dari berbagai pondok pesantren di Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil verifikasi oleh admin Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, jumlah peserta yang mengikuti seleksi sebanyak 45 santri, yang berasal dari lima pondok pesantren, yaitu Ponpes Al Falah Putera, Ponpes Al Falah Puteri, Ponpes Darul Ilmi Putera, Ponpes Darul Ilmi Puteri dan Ponpes Al Fikrah Citra Madinatul Ilmi.
Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PAPKIS) Kemenag Kota Banjarbaru, H. Khairani, turut menyampaikan bahwa seluruh proses verifikasi peserta telah dilakukan dengan cermat dan transparan. “Para peserta telah siap mengikuti ujian CBT, dan kami berharap mereka bisa lolos dan mewakili Banjarbaru di tingkat nasional,” harapnya.
Lebih lanjut, ia juga menyampaikan bahwa MQKN bukan hanya ajang seleksi biasa, tetapi ruang strategis untuk melestarikan literasi kitab kuning di kalangan generasi muda pesantren. “MQKN adalah ruang lahirnya ulama masa depan. Para santri hari ini adalah pewaris keilmuan Islam klasik yang harus terus dibina, dibimbing, dan diberi kesempatan berprestasi,” tambahnya.
Sementara itu, Operator Seksi PAPKIS, Ridho, menjelaskan bahwa pelaksanaan CBT tahun ini juga diwarnai semangat kolaborasi. “Kami telah membangun sinergi dengan para operator lembaga, sehingga pelaksanaan CBT bisa dilakukan langsung di masing-masing pondok pesantren. Dengan pendampingan yang intens, kami pastikan seluruh operator lembaga siap menjalankan teknis pelaksanaan ujian secara mandiri dan lancar,” ungkapnya.
Sebagai informasi, MQKN ke-VIII Tahun 2025 akan diselenggarakan di Pondok Pesantren As’adiyah, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Ajang ini merupakan forum nasional bagi para santri untuk menunjukkan kompetensi dalam membaca, memahami, dan mengkaji kitab kuning, sebagai warisan keilmuan Islam klasik.
Kantor Kemenag Kota Banjarbaru berharap agar pelaksanaan seleksi ini tidak hanya melahirkan santri berprestasi, tetapi juga memperkuat budaya akademik dan keilmuan pesantren di era digital.
Pewarta: Ridho
Foto: Kontri
Redaktur: Karima
Pewarta: Ridho
Foto: Kontri
Redaktur: Karima








