Banjarbaru (Kemenag BJB) - Kasi Bimbingan Masyarakat islam Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Rimajullah optimis dengan program gebrakan yang dilakukan Kementerian Agama dalam rangka revitalisasi peningkatan layanan, mampu meningkatkan indeks kepuasan masyarakat dalam hal peningkatan layanan Kementerian Agama.
Salah satu bukti nyata menurutnya, selain peningkatan fasilitas kantor yakni dengan adanya piloting project pusaka Sakinah yakni pusat layanan keluarga Sakinah Kementerian Agama Banjarbaru.
“Program Pusaka Sakinah berusaha mentransformasi kegiatan formalistik KUA kepada orientasi kebutuhan masyarakat, mendampingi, memberi bimbingan, advokasi, mediasi, dan konsultasi,” ujarnya Kamis (16/03/23) di Musholla H mansyur Ro Ulin Banjarbaru.
Di hadapan Plh Ka.Kankemenag Banjarbaru bersama seluruh jajaran penghulu dan kepala KUA se kota Banjarbaru, Jullah menggaris bawahi piloting project ini diharapakn mmpu menjawab kebutuhan masyarakat, sebagai catatan bahwa program pusaka meliputi Aman (administrasi manajemen KUA), Berkah (Belajar Rahasia Nikah), Kompak (konseling mediasi, pendampingan dan advokasi), serta Lestari (Layanan bersama Ketahanan keluarga Republik Indonesia).
“Kami meyakini peran Kementerian Agama khususunya bimas, dalam hal pengurusan nikah bukan hanya sekedar menikahkan semata, melainkan bagaimana melakukan pembinaan keluarga dalam menjalani kehidupan berumah tangga, dan juga bagaimana peran program pusaka dalam mengatasi persoalan keluarga terutama masalah kekerasan dan perceraian,” imbuhnya.
Berkesempatan membuka acara Plh Kemenag kota Banjarbaru Ahmad Alamsyah menjelaskan, program ini diharapkan menjadi program unggulan bagi Kementerian Agama dalam upaya meningkatkan kualitas kehidupan berumah tangga yang baik dan salah satu upaya mengurangi angka perceraian di kota Banjarbaru yang menjadi perhatian pemerintah daerah.
‘’Kita tidak memungkiri kasus perceraian di Banjarbaru menjadi hal sangat perlu di perhatikan, maka dengan hadirnya program pusaka Sakinah ini diharapkan mampu menekan kasus perceraian dengan di bukanya layanan konsultasi keluarga Sakinah,” terang Alam.
Ka.Subbag TU Kantor Kementerian Agama yang kini memegang tampuk kepemimpinan sementara ini juga menuturkan jika program pusaka Sakinah ini menjadi program yang diusung bersama Pengadilan Agama dan juga pemerintah daerah dalam rangka menekan angka stunting. “Kita berharap dengan kehadiran Pengadilan Agama sebagai narasumber anntinya bisa menguatkan dan menyamakan visi program pusaka Sakinah ini,” ujarnya.
Selain para penghulu dari seluruh kecamatan, bimas Islam Kantor Kementerian Agama Banjarbaru juga mengundang sejumlah penyuluh agama yang anntinya di harapkan menjadi bagian motor penggerak jalannya program pusaka Sakinah di kementerian agama Banjarbaru.
Penulis : Ardan
Foto : Alvin








