Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) - Mekanisme pelaksanaan ujian madrasah semakin mudah,” kata Kepala Seksi pendidikan madrasah H. Zamroni Nashari pada Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, menanggapi mekanisme pelaksanaan ujian di tingkat madrasah kini tidak terpusat seperti tahun-tahun sebelumnya, melainkan otoritas diserahkan kepada lembaga masing-masing di madrasah.
“Dengan mekanisme pelaksanaan ujian yang mudah tentunya hal ini lebih memberikan kemudahan bagi guru dan sekolah madrasah untuk lebih bersiap lagi menghadapi ujian, lantaran kini ada masa tenggang waktu masa pelaksaan ditambah lagi teknis pelaksanaan di serahkan kepada lembaga masing-masing,” terangnya Senin (22/03/22).
Bahkan menurut Uun sapaan akrabnya, di hadapan awak humas, untuk ujian kali ini hampir seluruh madrasah di setiap jenjang menjalankan mekanisme pelaksanaan yang sama, sehingga Kemenag melalui seksi pendidikan madrasah dan Kepala Kemenag bisa melakukan monitoring secara teratur.
Menurutnya 14 MTs dan 9 MA di Banjarbaru menjalani proses ujian yang sangat lancar. “Dengan penerapan pertaturan ini tentunya para guru bisa menyiapkan pelaksanaan ujian sekolah di madrasah lebih tertata dari segi persiapan namun tentunya dengan tetap melakukan koordinasi dengan pusat,” tegasnya.
Usai melakukan monitoring ke sejumlah madrasah yang melaksanakan ujian, Kepala Kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru H. Mahrus menyampaikan jika secara teknis kegiatan evaluasi belajar tahap akhir tersebut berjalan sangat baik, bahkan terlihat persiapan para guru selama kegiatan ujian berlangsung.
“Dari hasil pengamatan para santri madrasah juga sangat siap, tidak terlihat banyak ketegangan lantaran guru sebelumnya telah memberikan motivasi dan persiapan matang sebelum ujian berjalan,” tegasnya.
Selama proses ujian disejumlah madrasah dan yang masih berjalan, besar harapan para guru, Kemenag, orang tua santri dan para santri itu sendiri mendapatkan hasil terbaik dari proses pembelajaran yang selama ini mereka jalankan selama berada di bangku madrasah.








