Banjarbaru (Kemenag BJB) epala seksi Pendidikan madrasah kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru Fahmi Fitriadi MM mengatakan di era digital pendidikan semakin besar tantangannya, sebagai satker yang menangani bidang pendidikan tentunya hal ini menjadi tantangan tersendiri untuk memajukan Pendidikan.
“Secara pribadi saya sangat terbuka untuk menerima kritik dari para guru, tentunya kritik yang konstruktif, membangun untuk kemajuan pendidikan madrasah terutama pada satker yang saat ini di amanatkan kepada saya,” ujar Fahmi di hadapan para guru madrasah saat memberikan sambutan para rapat MK2 MTs pada Selasa (16/8/22) Madrasah Miftahul Khoiriyyah.
Fahmi menyatakan siap di kritik sebagai upaya memajukan pendidikan madrasah, karena kritik adalah bagian terpenting dalam membangun sebuah kelembagaan untuk melakukan perubahan, dan kritik punya peranan penting sebagai sarana mengkontrol pergerakan program kerja sesuai atau tidaknya para rel yang sudah ditentukan.
“Kritik juga berlaku bagi guru kepada pimpinan sekolah tentunya dengan cara yang beretika, maka dari itu fungsi kritik menjadi penting dalam menyamakan visi dan misi sebuah lembaga agar tetap ada kontrol dari tim untuk menjalankan fungsi sebuah organisasi kelembagaan,” tambahnya.
Di tempat yang sama Kepala Kementerian Agama Kota Banjarbaru Drs, H. Mahrus MM yang hadir di tempat yang sama memberikan wejangan kepada jajaran guru agar tidak menjadi pribadi yang antikritik.
“Jangan jadi orang yang anti kritik, anggaplah kritik itu sebagai nutrisi dan vitamin dalam bekerja, jika ada kurangnya, jadikan kritik sebagai pemicu dan penyemangat kerja, pun juga jika kita mendapatkan kesempatan untuk mengkritik bukan berarti menjadi kesempatan untuk mencari cari kesalahan rekan kerja kita, ayo menjadi bagian yang sama-sama memajukan pendidikan,” ajaknya saat memberi arahan.
Rapat Mk2 MTs menjadi agenda penting yang bukan hanya sekedar pertemuan rutin bagi guru madrasah, akan tetapi sebagai sarana sharing dan bertukar pikiran untuk bersama memajukan program pendidikan madrasah di masing-masing lembaga para guru yang terlibat.








