Banjarbaru (Kemenag BJB) - Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) pada kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru mengatakan pemberangkatan jamaah haji tergantung dari kebijakan pemerintah Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikannya, di tengah munculnya pertanyaan dari masyarakat terutama mereka yang masuk dalam daftar tunggu pemberangkatan CJH tahun ini.
Dalam wawancara Senin (20/02/22) Sauqi menjelaskan pertanyaan muncul bukan hanya di wilayah Banjarbaru bahkan perihal pertanyaan tentang kepastian keberangkatan muncul di berbagai daerah,
Sauqi menggaris bawahi bahwa kepastian dibukanya pintu pelaksanaan haji semua tergantung dari pemerintah arab saudi.
“Pada dasarnya siap atau tidaknya semua kembali kepada kebijakan pemerintah Arab Saudi, bahkan imbas dari kebijakan ini bukan hanya Indonesia saja yang menerima konsekwensi penundaan akan tetapi seluruh calon jamaah haji di seluruh dunia pun menggantungkan kepastian keberangkatan CJH.
Mantan kasubbag Umum dan Humas kanwil Kemenag Kalimantan Selatan ini menjelaskan jika, pemerintah Indonesia berupaya semaksimal mungkin memenuhi orisedur dan persayarakan bagi jamaah haji diantaranya vaksinasi covid sebagai syarat mutlak yang harus dipenuhi seluruh calon jamaah haji.
“Saya memastikan seluruh CJH di wilayah Kota Banjarbaru sudah mengikuti prosedural tersebut pun dengan sebagian besar dengan CJH di kota kabupaten lainnya,” imbuhnya.
Kepala kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mahrus memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak memiliki asumsi atas penafsiran pribadi dan dia mengimbau agar memastikan sumber informasi terkait layanan haji benar-benar keluar dari satu pintu humas Kemenag yang dikeluarkan langsung oleh pejabat terkait.
“Kami meminta agar, masyarakat tetap fokus dengan persiapan, diantaranya ikuti terus kegiatan manasik haji, dan selalu update perkembangan info haji dari layanan haji agar, informasi yang di dapat tidak setengah-setengah serta berdasar dari sumber yang terpercaya,” pintanya.








