Banjarbaru (Kemenag BJB) - Usai digelar kegiatan koordinasi internal Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru yang melibatkan semua staf Barang Milik Negara (BMN) di semua satker, Kepala subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Banjarbaru Ahmad Alamsyah meminta semua yang terlibat dalam tugas pengadministrasian BMN harus lebih jeli dan teliti terkait masalah administarasi, sebagai langkah bahwa petugas BMN benar-benar menjalankan fungsinya dengan benar.
Perlu diketahui ujarnya, untuk saat ini para petugas di mudah kan dengan program simak BMN yang secara otomatis terintegrasi dengan kelembagaan yang menaunginya serta satker yang membawahinya.
“SIMAK BMN merupakan aplikasi yang digunakan untuk mencatat dan mengorganisir barang milik negara, mulai dari pembelian, transfer masuk-keluar antar instansi, sampai penghapusan dan pemusnahan barang milik negara yang harus di pahami,’’ ujar Alamsyah saat memberikan sambutan dalam rapat tersebut pada Rabu (09/03/22).
Alamsyah pun menegaskan dengan sistem baru ini secara otomatis akan lebih mempermudah bagi para petugas, namun jangan sampai kemudahan dalam menginput data justru membuat kurang jeli dan teliti, dibutuhkan kejelian dan ketelitian dalam setiap pengerjaan.
‘’Jangan sampai ketidak jelian dan ketidaktelitian kita akan merugikan kita di kemudian hari, bukan hanya pribadi mengingat sebagai petugas BMN adalah bertanggung jawab kepada institusi, sudah barang tentu baik buruknya kerjaan di pengaruhi oleh ujung tombak staf BMN,”tegasnya.
Staf BMN Kemenag Kota Banjarbaru Rizqi Rahmawati saat di temui awak humas menjelaskan jika tugas sebagai staf BMN dituntut kejelian dan kedisiplinan administrasi pasalnya, Kegiatan Penatausahaan BMN meliputi mencatat dan pembukuan semua BMN, membuat dan mencatat setiap mutasi BMN, membukukan dan mencatat hasil inventarisasi serta menyusun daftar barang, mencatat semua barang dan perubahan atas adanya perpindahan, mencatat perubahan kondisi barang, mencatat PNBP dari pengelolaan BMN.
“Dengan banyaknya klasifikasi tugas ini maka sudah pasti setiap pengerjaan harus detail mengingat barang ini adalah inventaris penting yang di lakukan pencacatan secara khusus dan tidak boleh terlewatkan, sehingga jeli dan teliti menjadi modal penting dalam menjalankan tugas,” ungkapnya.
Salah seoang petugas pengelola BMN Kiki sapaan akrab Risky menjelaskan jika setiap laporan yang di input dari Laporan Hasil Inventarisasi dan daftar Barang Hasil Inventarisasi berisi beberapa hal, diantaranya, daftar barang yang baik atau rusak ringan daftar barang yang rusak berat, daftar barang yang tidak ditemukan atau hilang dan daftar barang lebih. “Semua laporan hasil tersebut akan menjadi dasar yang kuat untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan dalam pengelolaan BMN ke depannya,” terangnya.








