Banjarbaru (Kemenag BJB) - usai louncing di pekan awal pekan lalu, Sistem Aplikasi Wakaf elektronik terintegrasi (si-Awet) Kementerian Agama Kota Banjarbaru kini mulai melakukan percepatan dengan melakukan gebrakan agar aplikasi ini sampai ke masyarakat. Salah satunya dengan memaksimalkan peran Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai kepanjangan tangan Kementerian Agama di tingkat kecamatan agar layanan semakin maksimal.
Penyelenggara Zakat wakaf sekaligus penggagas program si-Awet Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Azrul Azwar mengatakan usai lounching pada awal pekan lalu, langkah yang harus disegerakan yakni mensosialisasikan kemudahan program ini di tingkat paling bawah yakni KUA.
Menurutnya KUA adalah layanan Kementerian Agama yang bersentuhan dan berhadapan langsung dengan masyarakat dan dengan adanya langkah dan gebrakan untuk semakin mengenalkan si-Awet di KUA, maka program ini akan semakin di kenal dan semakin mudah di akses bagi masyarakat.
“Tentunya program ini juga memberikan kemudahan bagi gara Zawa dalam mendata pengajuan aset wakaf,” ujar Azrus saat mengunjungi sejumlah KUA Rabu (06/07/22).
Lebih lanjut dikatakannya, jika program si-Awet ini akan lebih efektif jika berada di tingkat kecamatan, dan dengan dikenalkannya si-Awet melalui KUA maka peran KUA sebagai ujung tombak layanan Kementerian Agama semakin tepat sasaran.
Ghazali Rahman Kepala KUA Banjarbaru Utara saat mendapatkan kunjungan dari Gara Zawa berharap program ini semakin memperbanyak item layanan Kementerian Agama dengan harapan mampu mewujudkan layanan prima mudah dan gampang.
“Seperti yang diharapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H.Mahrus, layanan sudah seharusnya efisien waktu mudah dan efektif, dan hadirnya Si Awet sebagai penunjang SILAKAS semoga semakin mengefektifkan kerja mempermudah para staff dan masyarkat saat mengurusi sesuatu yang berkaitan dengan wakaf,” tuturnya.
Rep:Diyan
ft: alvin








