Banjarbaru kemenag BJB – Kementerian Agama Kota Banjarbaru menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani yang menghadiri undangan walikota banjarbaru , dalam kegiatan Launching Kelurahan Bersinar (Bersih Narkoba) di Kelurahan Landasan Ulin Barat, yang menjadi bagian dari Program 100 Hari Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru Tahun 2025 pada selasa (16/9).
H. Mukhlis menekankan bahwa keluarga adalah benteng utama dalam mencegah generasi muda dari bahaya narkoba.
“Penyuluh agama hadir bukan hanya untuk membina masyarakat dalam bidang keagamaan, tetapi juga memberikan edukasi keluarga sebagai benteng dari segala bentuk penyimpangan, termasuk penyalahgunaan narkoba. Karena dari keluarga lahir generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak,” ungkapnya secara khusus kepada tim dapur berita kemenag.
Menurutnya, Kementerian Agama berkomitmen memperkuat peran penyuluh agama dalam memberikan pendampingan dan konseling keluarga, terutama bagi remaja dan pasangan muda, agar memiliki pemahaman yang benar tentang pentingnya menjaga diri dan lingkungan dari bahaya narkoba.
‘’ kementerian agama juga berkomitmen penuh serta mendorong peran penyuluh agama aktif dalam melakukan pembinaan khususnya bagi mereka yang intens menjadi konselor dan pendampingan terapi pengguna narkoba’’ ujarnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Banjarbaru, AKBP Arif Wahyu Bibitharta, yang menegaskan bahwa pencanangan Kelurahan Bersinar merupakan bagian dari pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
“Peredaran narkoba berpotensi merusak generasi. Karena itu, program ini kita laksanakan di seluruh kabupaten/kota yang rawan peredaran. Di Banjarbaru sendiri, sejak 2020 sudah terbentuk 12 Kelurahan Bersinar dari total 20 kelurahan yang ada,” jelas Arif.
Ia juga menambahkan bahwa capaian indeks P4GN Kota Banjarbaru dengan nilai 81,1 menempatkan Banjarbaru sebagai nomor 1 di Indonesia. “Untuk mewujudkan kelurahan bersinar, BNN mengajak seluruh lapisan masyarakat agar aktif berperan, mari kita bersama-sama perangi narkoba,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bapak Marhein, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.
“Sejak tahun 2020, Pemko Banjarbaru telah menetapkan 12 Kelurahan Bersinar. Ini wujud komitmen kita bersama menjadikan masyarakat sebagai benteng utama dalam mencegah peredaran narkoba, melalui peran RT, RW, tokoh masyarakat, hingga tokoh perempuan,” ujarnya.
Marhein juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar meningkatkan sosialisasi dan partisipasi aktif.
“Mari kita bergandengan tangan, bersama-sama menjadikan Banjarbaru sebagai kota yang bersih dari narkoba. Masyarakat Banjarbaru harus berani untuk mengatakan Tidak pada Narkoba,” pungkasnya.
Dengan adanya sinergi lintas sektor, termasuk peran Kementerian Agama, pemerintah daerah, BNN, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan Kota Banjarbaru dapat menjadi teladan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, aman, dan generasi muda yang terbebas dari ancaman narkoba. Diy








