Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) - Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru bersama Pemerintah Kota Banjarbaru tengah mematangkan persiapan pelaksanaan Peringatan Hari Santri Tahun 2025. Peringatan tingkat Kota Banjarbaru dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, dengan upacara bendera di Lapangan Murdjani Banjarbaru.
Hari Santri yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum nasional untuk mengenang dan meneladani semangat perjuangan para santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun peradaban bangsa melalui nilai-nilai keislaman, keilmuan, dan kebangsaan.
Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Papkis) Kemenag Kota Banjarbaru, H. Khairani, menyampaikan bahwa persiapan kegiatan dilakukan secara kolaboratif antara Kemenag, Pemko, dan berbagai lembaga pendidikan keagamaan di Banjarbaru. Ia menjelaskan bahwa peringatan Hari Santri ini tidak lepas dari dukungan Walikota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, yang menyambut baik peringatan Hari Santri untuk pertama kalinya diselenggarakan di Lapangan Murdjani.
“Kami sangat beriterima kasih dan mengapresiasi dukungan dari Walikota Banjarbaru dan Pemerintah Kota Banjarbaru yang selalu bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan, termasuk Hari Santri. Persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaannya nanti berjalan khidmat, tertib, dan menggugah semangat kebersamaan umat,” ujarnya, di Banjarbaru, Selasa (14/10/25).
Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk meneguhkan peran santri sebagai pelopor moderasi beragama, penggerak pendidikan, dan penjaga nilai-nilai moral bangsa.
“Tahun ini Hari Santri 2025 mengangkat tema "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia”. Hari Santri menjadi ajang refleksi bagi para santri dan masyarakat untuk memperkuat kontribusi dalam membangun bangsa. Semangat perjuangan santri hendaknya benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Banjarbaru dan Pemko Banjarbaru berkomitmen menjadikan Hari Santri sebagai wadah mempererat sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam menumbuhkan generasi muda yang berilmu, berakhlak, serta cinta tanah air.
Pewarta: Karima
Foto: Ridho
Pewarta: Karima
Foto: Ridho








