Banjarbaru (19/01/2026) – Kementerian Agama terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam. Sepanjang Tahun Anggaran 2025, berbagai bentuk dukungan disalurkan kepada para pendidik dan lembaga pendidikan keagamaan Islam di Kota Banjarbaru sebagai wujud perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas dan keberlanjutan pendidikan keagamaan.
Sebanyak 40 ustadz dan ustadzah pada Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam di Kota Banjarbaru menerima insentif pendidik yang bersumber dari DIPA Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan. Insentif tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, pengabdian, dan peran strategis para pendidik dalam membina generasi muda yang berakhlak mulia dan memiliki pemahaman keagamaan yang kuat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menegaskan bahwa pemberian insentif dan berbagai bantuan lainnya merupakan bagian dari upaya Kementerian Agama dalam memastikan pendidikan keagamaan Islam terus berjalan secara berkelanjutan.
“Melalui program ini, Kementerian Agama ingin memastikan para ustadz dan ustadzah serta lembaga pendidikan keagamaan Islam mendapatkan perhatian yang layak. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat peran pendidik dan lembaga dalam membina generasi yang religius, moderat, dan berakhlakul karimah,” tegasnya.
Selain insentif pendidik, terdapat lima lembaga Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam di Kota Banjarbaru yang menerima Bantuan Operasional Pendidik (BOP) dari DIPA Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan Tahun Anggaran 2025. Lembaga penerima bantuan tersebut yaitu MDT Roudhatul Mutaallimin, Pondok Pesantren Al Bidayah, PKPPS Al Fikrah Citra Madinatul Ilmi, LPQ An Noor Unit 035, dan TPQ Nurul Hasanah. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang operasional lembaga serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan keagamaan Islam.
Pada Tahun Anggaran 2025, Kementerian Agama juga menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) bagi pendidik dan tenaga kependidikan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam. Untuk Kota Banjarbaru, sebanyak 157 orang ditetapkan sebagai penerima BSU berdasarkan hasil verifikasi dan penetapan oleh pemerintah pusat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan pendidik serta menjaga keberlanjutan pengabdian mereka di bidang pendidikan keagamaan.
Selain itu, dukungan juga diberikan dalam bentuk Bantuan Peralatan Pembelajaran Pendidikan Diniyah Takmiliyah Tahun Anggaran 2025 yang bersumber dari Kementerian Agama pusat. Di Provinsi Kalimantan Selatan, terdapat tiga lembaga penerima bantuan tersebut, dengan dua di antaranya berasal dari Kota Banjarbaru, yaitu MDT Roudhatul Mutaallimin dan MDT Al Khairiyah. Bantuan peralatan ini diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar agar berjalan lebih efektif dan berkualitas.
Melalui berbagai program tersebut, Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan dampak nyata bagi Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan Islam. Sinergi antara pemerintah, pendidik, dan lembaga pendidikan keagamaan diharapkan terus terjaga demi terwujudnya sumber daya manusia yang religius, unggul, dan berkarakter, khususnya di Kota Banjarbaru.
Pewarta: Ridho
Foto: Nurul
Pewarta: Ridho
Foto: Nurul








