Banjabaru (Kemenag BJB) - Kementerian Agama Banjarbaru tengah menyiapkan program khusus sebagai langkah Kementerian Agama dalam rangka menjalankan sistem deteksi dini konflik dan penanganan isu kerukunan umat beragama di kota Banjarbaru.
Program ini diharapkan bisa dijalankan para penyuluh agama yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dengan melakukan tata kelola bagan data yang di susun secara sistematis dengan deskripsi yang sudah disesuaikan.
“Program ini bertujuan untuk melakukan deteksi dan pencegahan secara preventif berbagai kemungkinan konflik yang bisa saja muncul di tengah masyarakat terkait aktifitas keagamaan dan rumah ibadah, bisa saja terjadi lantaran latar belakang suku budaya agama yang berbeda,” kata Kepala subbagian Tata Usaha Kementerian Agama Kota Banjarbaru Ahmad Alamsyah kepada humas, Rabu (01/03/23).
Alam menuturkan keberhasilan program deteksi dini konflik keagamaan ini bergantung dari komitmen seluruh ASN Kemenag dari daerah hingga pusat, pasalnya ini juga sebagai instruksi yang di keluarkan Gus Men sebagai langkah menunjang program jalannya tahun kerukunan yang di gaung[A1] kan ke setiap lini Kementerian Agama
“Program deteksi ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk me mitigasi konflik keagamaan yang terjadi di wilayah hukum kementerian agama Kota Banjarbaru. Namun, tanpa sinergi dari para ASN dan para penyuluh serta peran masyarakat maka program ini mustahil untuk terwujud,” ujar Alam.
Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru H. Mahrus mengatakan program ini menjadi hal paling penting terutama bagi para penyuluh, dan dia meminta para penyuluh agama baik yang PNS maupun non ASN harus siap untuk melakukan updating tiap data kerukunan yang ada di daerahnya masing-masing.
“Dengan hadirnya program deteksi ini secara khusus saya berharap keaktifan para penyuluh, bukan hanya menunggu laporan dari masyarakat adanya indikasi konflik, akan tetapi benar-benar melalui analisa yang kuat dan ada indikasi yang sehingga data ini nantinya bisa menjadi dasar untuk mengambil Tindakan,” ujar Mahrus.
Langkah yang di ambil Kementerian Agama Banjarbaru ini juga menjadi dasar terbentuknya kerjasama antara kesbangpolinmas, bersama MUI, dan sejumlah ormas serta FKUB dalam rangka cipta kondisi keamanan dan kerukunan.
Penulis : Ardan
Foto : Alvin








