Banjarbaru Kemenag BJB. Kepala Kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru berkomitmen dan siap berperan aktif dalam penanganan anak tidak sekolah (ATS) dan anak putus sekolah (APS) di kota Banjarbaru perihal itu disampaikan oleh kepala kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru H. Mukhlis Ridhani pada selasa (8/10) saat menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran Pemerintah kota Banjarbaru bersama dinas pendidikan serta tokoh masyarakat yang diikuti oleh perwakilan dari madrasah dan sekolah se kota Banjarbaru.
Dalam kesempatan tersebut kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru menekankan pentingnya kolaborasi dalam penanganan masalah ATS dan APS, menurut Mukhlis penanganan problematika tersebut menjadi tugas penting bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama siap melakukan dukungan penuh.
'Masalah anak tidak sekolah dan putus sekolah dan tidak sekolah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dicarikan solusi dalam menangani problem pendidikan tersebut, sinergi antara pemerintah, sekolah, madrasah bersama tokoh masyarakat menjadi hal paling penting bisa mencari solusi dalam mengatasi persoalan ini"
Mukhlis menambahkan, jika usaha pengentasan malas sekolah ini harus dilakukan secara masif, tidak dapat dilakukan dalam sekali gerakan semata, menurutnya membangun komunikasi dan koordinasi aktif dalam rangka mencari solusi untuk mencarikan jalan keluar serta menanamkan jiwa kepada masyarakat akan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak.
'Paling utama adalah menanamkan jiwa agar cinta dengan ilmu salah satunya program wajib belajar sebagai upaya pengentasan dari kebodohan terlebih lagi pendidikan di era saat ini menjadi sesuatu yang sangat penting bahkan menjadi kebutuhan primer'
Lebih lanjut orang nomor satu di lingkungan Kementerian Agama kota Banjarbaru ini berharap melalui satker pendidikan madrasah dan pendidikan agama dan keagamaan Islam di bawah Kementerian Agama kota Banjarbaru mampu menjadi motor penggerak dalam rangka menghapus angka anak putus sekolah dan angka anak tidak sekolah melalui madrasah dan pondok pesantren.
Di waktu yang sama, kepala seksi pendidikan madrasah Fahmi Fitriadi menjelaskan seksi pendidikan madrasah menjadi salah satu lembaga di mana Kementerian Agama baik secara langsung maupun tidak langsung ikut serta dalam membangun ritme pendidikan di kota Banjarbaru sebagai upaya menghapus anak putus sekolah dan anak tidak sekolah.
' Mencerdaskan kehidupan bangsa dengan kata lain mendukung program pendidikan merupakan amanah undang-undang yang harus dijalankan pemerintah bersama lembaga-lembaga terkait untuk melakukan pembinaan pendidikan secara terus-menerus serta berkelanjutan'. Ujar Fahmi kepada humas. ard
Pewarta : Mardiyan
Editor : Taty & Nurul
Fotografer : Alfin








