Banjarbaru Kemenag BJB– Penguatan kesehatan tidak hanya bertumpu pada aspek medis, tetapi juga menyentuh sisi spiritual. Hal inilah yang terus digerakkan oleh para Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru melalui pendampingan rohani bagi pasien di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan pendampingan rohani tersebut menjadi agenda rutin penyuluh agama Kristen sebagai bentuk pelayanan keagamaan kepada umat, khususnya pasien beragama Kristen yang sedang menjalani masa perawatan dan pemulihan kesehatan di rumah sakit milik Pemerintah Kota Banjarbaru tersebut. Penyuluh Agama Kristen Kemenag Banjarbaru, Widi Pranowo, menjelaskan bahwa pendampingan rohani merupakan bagian dari upaya memberikan penguatan mental dan spiritual kepada pasien agar tetap memiliki harapan serta keteguhan iman selama proses penyembuhan berlangsung. “Pendampingan rohani ini kami lakukan sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan dan keagamaan. Pasien bukan hanya membutuhkan penanganan medis, tetapi juga penguatan batin agar tetap optimis menghadapi masa pemulihan,” ujar Widi.
Ia menambahkan, kegiatan penyuluhan dilakukan melalui doa bersama, pembacaan firman Tuhan, konseling rohani, serta dialog keagamaan yang disesuaikan dengan kondisi pasien. “Tujuan utama kami adalah menghadirkan ketenangan batin dan menumbuhkan keyakinan bahwa dalam setiap proses kehidupan, termasuk saat menghadapi sakit, Tuhan tetap menyertai. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu pasien menjaga semangat hidup dan mempercepat proses pemulihan secara psikologis dan spiritual,” lanjutnya. Widi juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen penyuluh agama untuk hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika umat membutuhkan penguatan iman di lingkungan fasilitas pelayanan kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, memberikan apresiasi atas peran aktif para penyuluh agama yang terus bergerak memberikan pelayanan keagamaan lintas sektor, termasuk di lembaga pemasyarakatan dan fasilitas kesehatan. Menurut Mukhlis, kehadiran penyuluh agama dalam mendampingi pasien merupakan langkah strategis dalam membangun ketahanan spiritual masyarakat, khususnya bagi mereka yang sedang menghadapi ujian kesehatan. “Pendampingan rohani yang dilakukan penyuluh agama menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan harus hadir menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran penyuluh di rumah sakit memberikan pesan kuat bahwa pasien tidak sendiri dalam menghadapi ujian kehidupan,” ungkap Mukhlis.
Ia menegaskan bahwa pelayanan spiritual memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan emosional dan mental pasien, yang secara tidak langsung turut mendukung proses penyembuhan. “Kementerian Agama mendorong para penyuluh untuk terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyejukkan, inklusif, dan memberikan harapan. Pendampingan spiritual menjadi salah satu bentuk nyata pelayanan negara dalam memenuhi hak masyarakat memperoleh bimbingan keagamaan,” tambahnya. Mukhlis juga berharap peran penyuluh agama, termasuk penyuluh Kristen, dapat terus diperkuat melalui sinergi dengan berbagai lembaga pelayanan publik sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas.
Sebagai institusi yang memiliki mandat pembinaan kehidupan beragama, Kementerian Agama terus memberikan dukungan terhadap berbagai program pelayanan keagamaan yang dilaksanakan para penyuluh, termasuk pendampingan spiritual bagi pasien rumah sakit. “Penyuluh agama adalah garda terdepan dalam menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang menenangkan dan membangun harapan masyarakat. Kami berharap para penyuluh terus menjaga komitmen pengabdian, sehingga pelayanan keagamaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat di berbagai kondisi kehidupan,” tutup Mukhlis.
Pendampingan rohani yang dilakukan penyuluh agama Kristen di Rumah Sakit Idaman Banjarbaru menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya berlangsung di rumah ibadah, tetapi juga hadir di ruang-ruang kemanusiaan, menghadirkan penguatan iman di tengah proses penyembuhan pasien. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri
Pewarta: Mardian
Foto: Kontri








