Banjarbaru (Kemenag BJB) – “PKL adalah bagian dari menyiapkan diri masuk dunia kerja,” kata Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru Drs. H Mahrus MM saat perpisahan para mahasiswa magang di kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru.
Menurutnya Praktek Kerja Lapangan (PKL) yang biasa disebut dengan magang adalah bagian paling penting sebagai seorang akademisi sebelum menjalani tugas akhir dan menyiapkan diri masuk pada dunia kerja sesungguhnya.
“Magang menjadi bagian penting dalam penilaian akademik, lebih dari itu PKL juga menjadi langkah persiapan para mahasiswa atau mahasiswi dalam menyiapkan diri masuk dunia kerja, pasalnya dengan magang sedikit banyak tahu teknis pelayanan kerja di lapangan menyesuaikan dengan bidang akademisi yang ia geluti,” terang Mahrus saat di temui awak humas di ruang kerjanya Rabu (14/09/22).
Mahrus juga menjelaskan kegiatan magang atau PKL selain sebagai kewajiban mutlak mahasiwa sebelum mengerjakan TA, kegiatan ini juga melatih mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan dunia kerja, Memberikan pengalaman kepada mahasiswa tentang sistem kerja di instansi pemerintah atau swasta.
“Jika di kampus mahasiswa hanya mendapatkan teori melalui perkuliahan maka magang menjadi sarana praktek dan penerapan teori serta mengetahui permasalahan reel dunia kerja,” tambahnya.
Mahrus berharap kepada mahasiswa siapapun yang magang jadikan kegiatan PKL ini menjadi bagian dari mempersiapkan diri lebih matang dalam menyiapkan diri sebelum benar benar-bekerja di sebuah instansi.
Di tempat terpisah Kepala Subbagian tata Usaha Kementerian Agama Kota Banjarbaru Ahmad Alamsyah MM kembali tegaskan, jika pintu kerja sama dalam bidang edukasi seperti magang dan studi banding bagi instansi pendidikan sekelas SMK dan kampus tetap terbuka dalam rangka ikutserta memberikan manfaat bagi masyarakat.
‘’Seperti kita ketahui Kemenag sangat terbuka dan sebelumnya, kemenag juga telah melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah sekolah dan kampus terkait kegiatan magang, bagi kami sudah menjadi kewajiban kemenag memberikan edukasi yang bermanfaat bagi siapapun,” terangnya.
Di Kemenag Banjarbaru sendiri sejumlah mahasiswa silih berganti yang magang, bahkan ada pula dari kalangan SMK, dalam sekali kegiatan magang setidaknya ada 2 sampai 3 mahasiswa yang magang, dan sebagian besar di tempatkan pada layanan haji dan PTSP mengingat layanan ini lang berinteraksi langsung dengan masyarakat, jumlah tersebut belum termasuk peserta magang yang berada pada KUA-KUA yang menjadi objek piliuhan bagi kampus untuk menempatkan mahasiswa mereka.
Penulis : Ardan
Foto : Ardan








