Banjarbaru (Kemenag) – Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H yang digelar Kementerian Agama Kota Banjarbaru di Aula Integritas, Senin (15/9), menghadirkan nuansa berbeda. Selain memaknai keteladanan Rasulullah dalam aspek akhlak dan sosial, acara ini juga menyinggung pentingnya ekoteologi—yakni kesadaran spiritual dalam menjaga kelestarian bumi dan negeri.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, dalam sambutannya menekankan bahwa merayakan Maulid Nabi bukan sekadar seremonial, melainkan momentum memperdalam pemahaman terhadap nilai-nilai ajaran Nabi Muhammad SAW. Salah satunya adalah kepedulian beliau terhadap lingkungan.
“Nabi Muhammad SAW adalah sosok teladan yang mencintai kebersihan, menanam pohon, hemat air, dan menghargai alam. Dalam konteks kekinian, semangat ini harus kita wujudkan dengan menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Mukhlis.
Lebih lanjut menurut orang nomor satu di kemenag banjarbaru ini Peringatan Maulid Nabi dimaknai dengan semangat menjaga bumi sebagai bagian dari iman. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa bumi adalah titipan Allah SWT, bukan warisan. Maka tugas insan manusia merawatnya agar generasi mendatang tetap bisa merasakan keberkahannya.
"ASN Kemenag harus tampil sebagai pelopor gerakan hidup hijau, sederhana, dan ramah lingkungan, bentuk kecintaan kita kepada Nabi, kita harus meneladani beliau tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam kepedulian sosial dan ekologis. Mari kita satukan cinta Rasul dengan aksi nyata menjaga kelestarian bumi dan negeri.” pesannya dalam sambutan
Acara semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan penceramah, KH. Jam`an purna bakti ASN penyuluh Agama Islam kemenag. Ia menguraikan bahwa Rasulullah SAW telah mengajarkan manusia untuk hidup sederhana, tidak berlebihan dalam menggunakan sumber daya, serta menebar manfaat bagi semua makhluk.
“Rasulullah bersabda bahwa menanam satu pohon saja akan bernilai pahala. Ini adalah pesan ekologis yang kuat. Keteladanan beliau dalam menjaga alam harus kita jadikan pijakan untuk membangun negeri yang berkelanjutan,” ungkap KH. Jam`an.
Jam`an menabahkan, Rasulullah SAW adalah teladan agung dalam amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai ini harus tercermin dalam diri ASN, khususnya di Kementerian Agama.
"Sebagaimana Nabi Muhammad tidak pernah mengkhianati amanah, ASN pun wajib bekerja dengan integritas, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, dan menghadirkan manfaat nyata bagi negeri" pesannya di hadapan para ASN
Selain dihadiri pimpinan dan ASN Kemenag, acara ini juga menjadi ruang refleksi bersama bahwa mencintai Nabi berarti pula menjaga bumi yang diwariskan Allah SWT sebagai amanah.
Peringatan Maulid kali ini diharapkan dapat menggerakkan keluarga besar Kemenag Banjarbaru dan masyarakat luas untuk menjadikan nilai-nilai Ekoteologi sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian pada negeri. Diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








