Banjarbaru kemenag BJB — Program Makan Bergizi (MBG) yang digagas pemerintah pusat dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Optimisme tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Banjarbaru, Fahmi Fitriadi, saat memberikan arahan pada apel pagi ASN di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, Senin (9/2).
Dalam amanatnya, Fahmi menegaskan bahwa MBG bukan sekadar program jangka pendek, melainkan investasi strategis bangsa dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini, khususnya di lingkungan madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama. “Program MBG ini bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi tentang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Jika kita ingin berbicara Indonesia Emas 2045, maka persiapannya harus dimulai hari ini, dari madrasah-madrasah kita,” ujar Fahmi.
Ia menyebutkan, berdasarkan proyeksi demografi, pada tahun 2045 Indonesia akan memasuki fase puncak bonus demografi, di mana lebih dari 60 persen lebih penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut, menurutnya, hanya akan menjadi peluang emas apabila diiringi dengan kesiapan kualitas generasi muda, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun karakter. “Bonus demografi bisa menjadi kekuatan besar, tapi juga bisa menjadi tantangan serius. MBG hadir sebagai salah satu ikhtiar negara untuk memastikan generasi produktif kelak benar-benar siap menopang kemajuan ekonomi, sosial, dan peradaban bangsa,” tambahnya.
Ia menyebutkan, berdasarkan proyeksi demografi, pada tahun 2045 Indonesia akan memasuki fase puncak bonus demografi, di mana lebih dari 60 persen lebih penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut, menurutnya, hanya akan menjadi peluang emas apabila diiringi dengan kesiapan kualitas generasi muda, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun karakter. “Bonus demografi bisa menjadi kekuatan besar, tapi juga bisa menjadi tantangan serius. MBG hadir sebagai salah satu ikhtiar negara untuk memastikan generasi produktif kelak benar-benar siap menopang kemajuan ekonomi, sosial, dan peradaban bangsa,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyatakan dukungan penuh terhadap program MBG sebagai bagian dari kebijakan strategis pemerintah yang sejalan dengan misi Kementerian Agama dalam membangun pendidikan madrasah yang holistik.
Menurut Mukhlis, madrasah memiliki peran penting dalam menyambut Indonesia Emas 2045 karena tidak hanya mendidik aspek akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keagamaan, karakter, dan moderasi beragama kepada peserta didik. “Kementerian Agama tentu sangat optimis dan siap mendukung program MBG. Madrasah adalah ruang strategis pembentukan generasi unggul—sehat jasmani, kuat spiritual, dan matang karakter. Inilah bekal utama menuju Indonesia Emas,” tegas Mukhlis. Ia menambahkan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah pusat dengan implementasi di satuan pendidikan madrasah harus terus diperkuat agar program MBG benar-benar memberi dampak nyata dan berkelanjutan.
Sebagai penutup, Mukhlis berharap seluruh ASN Kementerian Agama, khususnya di bidang pendidikan madrasah, dapat mengambil peran aktif dalam menyukseskan program-program strategis nasional demi masa depan bangsa. “Indonesia Emas tidak lahir secara instan. Ia tumbuh dari komitmen hari ini, kerja bersama, dan kesungguhan kita menyiapkan generasi terbaik melalui madrasah,” pungkasnya. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








