Banjarbaru kemenag BJB — Menyongsong tantangan kinerja tahun 2026, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banjarbaru menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kepegawaian sebagai langkah strategis menata sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berdampak nyata bagi pelayanan publik.
Rakor berlangsung di Aula Integritas Kemenag Kota Banjarbaru, Rabu (21/1/2026), dipandu langsung oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Ahmad Alamsyah, serta dihadiri dan mendapatkan arahan langsung dari Kepala Kantor Kemenag Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh elemen kepegawaian dan jajaran pegawai Subbag TU. Dalam arahannya, Mukhlis Ridani menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum penguatan tata kelola SDM yang tidak sekadar administratif, tetapi berorientasi pada kinerja dan kualitas pelayanan. “Menata SDM berarti menata masa depan organisasi. Tahun 2026 tidak boleh kita jalani dengan pola lama. Setiap ASN harus memahami peran, target, dan dampaknya bagi pelayanan umat,” tegas Mukhlis.
Ia menekankan pentingnya disiplin, kolaborasi lintas fungsi, serta keberanian melakukan pembenahan berbasis evaluasi. Menurutnya, Subbag TU dan tim kepegawaian merupakan jantung organisasi yang menentukan ritme kerja satuan kerja secara keseluruhan. “Kepegawaian adalah dapur utama manajemen. Dari sinilah lahir pelayanan yang tertib, profesional, dan berintegritas. Karena itu, setiap program kerja harus terukur dan bisa dipertanggungjawabkan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Subbag TU, H. Ahmad Alamsyah, selaku pemandu rakor, memaparkan peta kerja kepegawaian tahun 2026 yang menitikberatkan pada aksi nyata, percepatan program, dan penyempurnaan sistem kerja, sejalan dengan rekomendasi hasil evaluasi Inspektorat Jenderal (Irjen). “Rekomendasi Irjen bukan sekadar catatan, tapi panduan perbaikan. Tahun 2026 adalah fase eksekusi. Mereka yang mendapat mandat harus bergerak cepat, kerja kolaboratif, dan berani berinovasi,” ujar Ahmad Alamsyah. Ia juga mendorong seluruh tim kepegawaian untuk tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun pola kerja terpadu agar program yang dirancang benar-benar berjalan efektif dan berkelanjutan.
Rakor yang berlangsung hampir dua jam tersebut tidak hanya bersifat satu arah. Forum ini juga membuka ruang dialog, tanya jawab, dan sharing pengalaman, termasuk melibatkan SDM baru CPNS yang mulai mendapat peran dalam proses penyempurnaan program kerja tahun 2026. Diskusi berlangsung dinamis, mencerminkan semangat bersama untuk membangun budaya kerja yang terbuka, responsif, dan berorientasi solusi.
Melalui rakor ini, Kemenag Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk menjadikan penataan SDM sebagai fondasi utama peningkatan kinerja, sekaligus memastikan setiap ASN mampu menjadi bagian dari perubahan positif dalam pelayanan keagamaan dan keumatan di Kota Banjarbaru. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul
Pewarta: Mardian
Foto: Nurul








