Moderasi beragama dan wawasan kebangsaan menjadi materi pokok tes wawancara penyuluh agama non PNS

Moderasi beragama dan wawasan kebangsaan menjadi materi pokok tes wawancara penyuluh agama non PNS
Banjarbaru Kemenag BJB. Dalam rangka meningkatkan kapasitas dan evaluasi kinerja tahunan Kementerian Agama kota Banjarbaru melalui seksi bimbingan masyarakat Islam atau Bimas Islam melakukan evaluasi bagi ke-33 penyuluh dalam bentuk tes wawancara evaluasi tahunan kinerja penyuluh agama, berlangsung di ruang Dimas Islam dan ruang kerja kepala kantor Kementerian Agama kota Banjarbaru, kakankemenag dan kasi Bimas mewawancara langsung para penyuluh yang hadir pada Selasa (24/12).

Dalam sesi wawancara yang berlangsung di dua tempat terpisah tersebut, 33 penyuluh agama non PNS berinteraktif secara langsung dengan kepala kantor Kementerian Agama dan kasih Bimas dengan materi yang berbeda, diantaranya mengenai pemahaman mereka seputar moderasi beragama dan wawasan kebangsaan. Bukan tanpa alasan dua materi ini menjadi materi pokok bagi penyuluh agama sebagai indikator dan tolak ukur bagi penyuluh agama saat berada di tengah-tengah masyarakat. 

"Adapun tujuan wawancara materi moderasi bergama bagi penyuluh agama adalah,  meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran, menghindari ekstremisme dan radikalisme agama" H. Mukhlis Ridhani kepala kantor kementerian agama kota Banjarbaru. Di sela mewawancara para penyuluh agama . 

Lebih lanjut kata dia, dalam wawancara evaluasi kinerja tahunan ini di harapkan penyuluh juga mengetahui pentingnya mempromosikan keharmonisan antar umat beragama serta mempunyai pemikiran kritis dan objektif dalam memahami agama. 

"sebagian besar point wawancara adalah memiliki tujuan dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersamaan dan kebangsaan, melalui peranan penyuluh agama Islam non PNS di Banjarbaru" imbuhnya. 

Sementara itu menyinggung tentang materi wawasan kebangsaan, kasi bimas Islam H. Rimajullah kepada Jurnalis kemenag Diyan menyebutkan, bahwa wawasan kebangsaan memiliki muatan penting bagi penyuluh agama diantaranya meningkatkan kesadaran dan rasa bangga sebagai warga negara Indonesia.

"Wawasan kebangsaan juga mencakup Mengembangkan pemahaman tentang sejarah dan nilai-nilai kebangsaan, Serta peranan penyuluh agama dalam mempromosikan keharmonisan dan kesatuan bangsa"

Menurut Jullah, dua materi penting tersebut, menjadi materi prioritas dalam rangka meningkatkan peran penyuluh dalam menyuarakan segala bentuk sentimen SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar golongan). Dan yang lebih penting menurutnya, para penyuluh mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya bhinneka tunggal Ika. Serta peranan penting dalam upaya meredam konflik antar golongan.  Ard.

Pewarta : Mardiyan
Editor : Taty & Nurul
Fotografer : Alfin
Add Comment