Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) - Pengawas Madrasah Kantor Kemenag Banjarbaru mengapresiasi kemandirian pesantren dalam melaksanakan Ujian Akhir Nasional (UAN) berbasis Computer Based Test (CBT) Program Kesetaraan Pendidikan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) tingkat Wustha tahun 2025.
Pengawas Madrasah, Zuhairi Noor Afzan, menyampaikan pelaksanaan UAN PKPPS yang sesuai standar menjadi bukti kesiapan pesantren di Banjarbaru dalam mengikuti digitalisasi untuk meningkatkan mutu sistem evaluasi pendidikan di lingkungan pesantren.
“Pelaksanaan berjalan baik, para santri tampak siap, dan sistem CBT digunakan dengan efektif. Ini menunjukkan kemajuan dalam pelaksanaan pendidikan kesetaraan,” ucap Afzan disela momintoring hari kedua pelaksaan UAN CBT PKPPS di Pondok Pesantren Salafiyah Al Muhajirin 3 Banjarbaru, Rabu (30/4/25).
Monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh Pengawas Madrasah didampingi operator Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PAPKIS) dalam rangka memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.
Sebanyak 135 santri Wustha PPS Al Muhajirin 3 mengikuti ujian dengan tertib dan antusias. Para santri akan mengikuti ujian selama 6 hari dengan total 13 mata pelajaran yang diujikan.
"Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan pelaksanaan UAN CBT PKPPS 2025 dapat berjalan lancar dan menjadi cerminan peningkatan kualitas tata kelola pendidikan keagamaan di Kota Banjarbaru," ujarnya.
Sementara itu, Operator Seksi Papkis Kemenag Banjarbaru, Ridho, menjelaskan teknis terkait aplikasi ujian yang digunakan. Ia mengingatkan agar setelah ujian selesai, pihak satuan pendidikan segera melengkapi administrasi yang diperlukan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya pelaporan cepat jika terjadi kendala teknis selama ujian berlangsung. Ia mengimbau agar santri yang tidak dapat mengikuti ujian di hari yang dijadwalkan untuk mengikuti ujian susulan sesuai prosedur yang berlaku.
Pewarta: Karima
Foto: Ridho
Redaktur:Nurul
Pewarta: Karima
Foto: Ridho
Redaktur:Nurul








