BANJARBARU kemenag BJB Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur`an (MTQ) Tingkat Kota Banjarbaru terus dimantapkan. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Aula Linggangan Gedung DPRD Kota Banjarbaru, Kamis (13/11), jajaran LPTQ, unsur Kementerian Agama, serta para pelatih kafilah menyatukan langkah untuk memastikan MTQ yang berlangsung 25–28 November 2025 berjalan lebih berkualitas dan terarah.
Ketua LPTQ Kota Banjarbaru, Ustadz Hendri, menegaskan bahwa pelaksanaan MTQ tahun ini tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga penguatan kapasitas peserta dari akar rumput.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan mulai dari tingkat kecamatan merupakan strategi agar kualitas qari, qariah, hafiz, dan hafizah meningkat secara merata di seluruh wilayah Banjarbaru.
“Pembinaan berjenjang dari tingkat kecamatan adalah kunci. Kami ingin MTQ bukan sekadar lomba, tetapi ruang tumbuh bagi generasi Qur`ani. Seluruh pembina dan pelatih telah kami siapkan untuk mendampingi para peserta sejak tahap awal,” ujarnya.
Ustadz Hendri juga menyampaikan bahwa LPTQ telah menyusun pola pembinaan yang lebih sistematis, mulai dari pemantapan tajwid, pendalaman makna ayat, hingga pendekatan mental dan karakter bagi peserta.
“Dengan persiapan yang matang dan keterlibatan semua unsur, kita berharap Banjarbaru bisa mencetak lebih banyak bibit unggul yang kelak mampu bersaing di tingkat provinsi hingga nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstansi dalam menyukseskan MTQ tahun ini. Ia meminta seluruh unsur—baik Kemenag, LPTQ, pelatih, hingga pemerintah kecamatan—bergerak serempak memastikan seluruh aspek teknis dan nonteknis siap sebelum pelaksanaan.
“MTQ bukan hanya agenda rutin, tetapi momentum untuk meningkatkan mutu pembinaan Al-Qur`an di Banjarbaru. Setiap unsur harus mempersiapkan perannya dengan sungguh-sungguh, mulai dari data peserta, kesiapan venue, hingga kualitas pelatih. Ini bagian dari pengabdian kita dalam membangun kota yang religius dan berkarakter,” tegas Mukhlis.
Ia menambahkan bahwa Kemenag Banjarbaru siap memberikan dukungan penuh, terutama dalam aspek pembinaan dan penguatan metodologi pelatihan.
“Kami ingin MTQ tahun ini tidak hanya sukses pelaksanaan, tetapi juga sukses pembinaan,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini juga menghasilkan beberapa kesepakatan teknis, termasuk pola monitoring pembinaan kecamatan, penjaminan mutu pelatih, serta pemantapan jadwal bimbingan pra–MTQ.
Menutup kegiatan, seluruh peserta rapat menyampaikan komitmen bersama untuk menghadirkan MTQ Kota Banjarbaru yang lebih tertata, inklusif, dan berdampak nyata bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan arahan Wali Kota Banjarbaru yang menekankan pentingnya pembinaan kafilah secara berkelanjutan sebagai langkah membangun Banjarbaru agar semakin baik, unggul, dan religius.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi yang kuat, Banjarbaru optimis menyambut helatan MTQ 2025 sebagai ruang untuk melahirkan generasi Qur`ani yang berprestasi dan menjadi kebanggaan kota idaman. diy
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin
Pewarta: Mardian
Foto: Alfin








