BANJARBARU kemenag BJB – Bidang Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru sukses melaksanakan kegiatan Pelatihan Penyelenggaraan Jenazah bertempat di SMAN 1 Banjarbaru. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari kalangan remaja dan bapak-bapak.
Acara ini dibuka secara resmi oleh jajaran pengurus MUI Kota Banjarbaru yang dihadiri langsung oleh Wakil Ketua Umum MUI Kota Banjarbaru, KH. Marbawi Zam-zam. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguasaan ilmu fardu kifayah ini agar tidak terjadi kekosongan tenaga ahli pemulasaraan jenazah di masa depan.
Ketua Bidang Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Kota Banjarbaru, H. Khairani, menambahkan bahwa kolaborasi antara generasi tua dan muda dalam pelatihan ini sangat krusial untuk memastikan nilai-nilai keagamaan tetap terjaga di tengah masyarakat.
Menurutnya, penguasaan ilmu fardu kifayah harus ditanamkan sejak dini agar generasi muda tidak merasa asing terhadap tanggung jawab sosial-keagamaan di lingkungan sekitarnya.
“Pelatihan ini adalah ikhtiar MUI untuk memastikan keberlanjutan nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Penyelenggaraan jenazah bukan hanya kewajiban individu, tetapi tanggung jawab kolektif umat yang harus dipahami lintas generasi,” ujar H. Khairani.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan remaja dalam kegiatan semacam ini menjadi investasi penting dalam membangun masyarakat religius yang mandiri dan peduli.
“Kami ingin remaja Banjarbaru tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kesiapan menjalankan peran keagamaan. Inilah bentuk pendidikan praktis yang langsung menyentuh kebutuhan umat,” tambahnya.
H. Khairani berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di berbagai sekolah dan lingkungan masyarakat sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan berbasis praktik dan pengabdian.
Bertindak sebagai narasumber, KH. Ahmad Fauzi Saberan, S.Ag memberikan bimbingan intensif kepada para peserta. Materi yang disampaikan mencakup seluruh prosesi, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyalatkan jenazah sesuai dengan ketentuan syariat.
Pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang siap terjun langsung melayani masyarakat saat dibutuhkan. Untuk informasi terkait kegiatan keagamaan lainnya, Anda dapat mengunjungi portal resmi MUI Kota Banjarbaru.
Fauzi Saberan menegaskan bahwa pemulasaraan jenazah bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan amanah syariat yang harus dipahami dengan benar oleh umat Islam. Penguasaan ilmu ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan fardu kifayah agar setiap jenazah dapat dimuliakan sesuai tuntunan agama, sekaligus mencegah praktik yang keliru di tengah masyarakat.
Selain itu, pelatihan ini dinilai strategis sebagai upaya penguatan literasi keagamaan, khususnya bagi generasi muda, agar memiliki kesiapan dan kepekaan sosial dalam melayani umat ketika dibutuhkan.
“Pemulasaraan jenazah adalah ibadah sekaligus tanggung jawab bersama umat Islam. Setiap tahapan, mulai dari memandikan hingga mengkafani dan menyolatkan, harus dilakukan dengan penuh adab, kehati-hatian, dan sesuai syariat agar hak-hak jenazah benar-benar terpenuhi,” ujar Fauzi.
Ia menambahkan, “Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir kader-kader yang tidak hanya mampu secara teknis, tetapi juga memiliki keikhlasan dan pemahaman agama yang kuat dalam melaksanakan fardu kifayah di tengah masyarakat.” pungkasnya
Pewarta : Mardian
Foto: Kontri
Pewarta : Mardian
Foto: Kontri








