Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru). “Halal bi Halal momentum saling memaafkan antar sesame,” ucap Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Banjarbaru H. Mahrus pada saat memberikan arahan pada Apel Pagi pasca lebaran dilingkungan Kemenag Kota Banjarbaru. Selasa (16/04/24).
Lebih lanjut Mahrus menegaskan pentingnya konsep halal bi halal sebagai bagian dari tradisi dan nilai-nilai keagamaan yang perlu dipertahankan dan dipraktikkan oleh masyarakat. Hal ini disampaikan sebagai upaya untuk memelihara hubungan yang baik antar sesama dan memperkuat rasa persaudaraan serta toleransi di tengah-tengah perbedaan.
“Halal bi halal bukan sekadar tradisi formalitas setelah lebaran, tetapi juga merupakan kesempatan untuk memperbaiki hubungan yang mungkin terganggu, memaafkan kesalahan, dan mempererat tali silaturahmi. Selain itu, halal bi halal juga merupakan momen untuk saling berbagi kebahagiaan dan memberikan maaf serta doa kepada sesama,” tutur Mahrus.
Diakhir amanatnya Mahrus mengingatkan kebencian merupakan penyakit hati yang dapat merusak hubungan antar sesama, mengganggu kedamaian dalam diri sendiri, dan menghalangi pertumbuhan spiritual. Dengan menghilangkan kebencian dari hati, seseorang akan merasakan damai dan ketenangan yang lebih dalam, serta mampu menjalin hubungan yang lebih harmonis dengan orang lain.
Oleh karena itu, setelah Ramadhan berakhir, umat Muslim dihimbau untuk merenungkan dan mengintrospeksi diri, mengidentifikasi segala bentuk kebencian yang mungkin ada dalam hati mereka, dan berusaha untuk menghilangkannya. “Dengan memperbaiki hubungan dengan sesama dan menyucikan hati dari kebencian, umat Muslim dapat merasakan manfaat spiritual yang lebih besar dan meraih keberkahan dalam kehidupan mereka,” tukas Mahrus.
Pewarta: Mardiyan
Editor: Taty&Nurul
Fotografer: Alfin








