Banjarbaru (Kemenag Banjarbaru) – Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan pendidikan karakter peserta didik di sekolah umum. Dukungan tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Banjarbaru dalam kegiatan Pendidikan Karakter di SMP Negeri 5 Banjarbaru.
Kegiatan pendidikan karakter ini merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Agama dan satuan pendidikan umum dalam menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini. Melalui pembinaan oleh Penyuluh Agama Katolik, nilai-nilai religius, integritas, kemandirian, dan gotong royong ditanamkan secara kontekstual kepada peserta didik Katolik di lingkungan sekolah.
Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Banjarbaru, A. Niken Savitri, menjelaskan bahwa pendidikan karakter yang diberikan tidak hanya berfokus pada aspek keagamaan, tetapi juga pada pembentukan sikap toleransi, cinta damai, dan kepedulian sosial. Nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kejujuran, dan tanggung jawab menjadi dasar pembinaan yang selaras dengan Gerakan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Menurutnya, karakter integritas dan gotong royong menjadi elemen penting dalam membentuk peserta didik yang mampu hidup berdampingan dalam keberagaman. “Pendidikan karakter membantu siswa untuk konsisten antara perkataan dan perbuatan, serta menumbuhkan semangat kerja sama dan empati terhadap sesama,” ungkap Niken, di Banjarbaru, Selasa (21/1/2026).
Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada jam pertama pembelajaran setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis ini melibatkan pihak sekolah, komite sekolah, serta Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Banjarbaru. Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang mendukung tumbuh kembang karakter peserta didik secara utuh.
Kemenag Kota Banjarbaru menilai kolaborasi lintas sektor ini sebagai praktik baik dalam penguatan moderasi beragama di sekolah umum. Dengan melibatkan penyuluh agama dari berbagai latar belakang, sekolah tidak hanya menjadi ruang belajar akademik, tetapi juga ruang pembinaan karakter yang inklusif dan harmonis.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banjarbaru, H. Mukhlis Ridhani, menyambut baik kolaborasi yang terjalin antara Kemenag dan SMP Negeri 5 Banjarbaru dalam pelaksanaan pendidikan karakter lintas keagamaan. Menurutnya, sekolah umum merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai religius, moderasi beragama, serta karakter kebangsaan sejak usia remaja.
“Pendidikan karakter tidak bisa dibebankan hanya kepada satu pihak. Kementerian Agama hadir melalui para penyuluh agama untuk mendampingi peserta didik sesuai dengan keyakinannya, sekaligus menanamkan nilai toleransi, integritas, dan kepedulian sosial,” ujar Mukhlis.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan Penyuluh Agama Katolik di sekolah umum merupakan wujud nyata peran Kemenag dalam memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, pembinaan keagamaan yang inklusif akan membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan spiritual.
Melalui dukungan berkelanjutan terhadap program pendidikan karakter di sekolah umum, Kementerian Agama Kota Banjarbaru menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam mencetak generasi muda yang beriman, berakhlak mulia, toleran, serta memiliki integritas dan kepedulian sosial yang kuat.
Pewarta: Karima
Foto: Kontri








